Polkam dan HAM

Jaksa Agung : Eksekusi Mati Belum ada Kepastian

Jum'at, 13 October 2017 16:36 WIB Penulis: Lukman Diah Sari

MI/Susanto

EKSEKUSI mati jilid III hingga kini belum diketahui kelanjutannya. Pasalnya, Jaksa Agung M. Prasetyo tengah menanti sejumlah pemenuhan aspek hukum untuk bisa mengeksekusi mati, khususnya para terpidana narkoba.

Prasetyo menuturkan, dalam eksekusi mati, ada dua aspek yang harus dipenuhi: yuridis dan teknis. Aspek yuridis berkaitan dengan proses dan hak hukum terpidana mati.

Menurutnya, masih ada terpidana mati yang mengajukan peninjauan kembali dan grasi. Sehingga, belum semua hak hukum terpenuhi.

"Kalau aspek yuridisnya terpenuhi, aspek teknisnya gampang tinggal nge-dor (mengeksekusi, red.)," kata Prasetyo, di Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, hari ini.

Menurutnya, terpidana mati yang telah diputus inkrah (berkekuatan hukum tetap) sudah cukup banyak, yakni sekitar 10 orang. Namun, selain karena pemenuhan hak hukum, eksekusi juga terkendala penolakan hukuman mati dari lembaga swadaya masyarakat.

"Selalu ada pro dan kontra. Itu yang jadi pertimbangan kita," kata dia.

Kendala lain, hukum positif di Indonesia mensyaratkan ada keputusan inkrah dan semua hak hukum terpidana terpenuhi sebelum mengeksekusi mati.

Persiapan teknis eksekusi mati sebenarnya sudah rampung sejak akhir Juli 2016. Sebanyak 24 eksekutor dari kepolisian bahkan sudah siap 100 persen. Lapas Besi Nusakambangan saat itu bahkan sempat disterilkan untuk persiapan eksekusi. Namun, hingga kini eksekusi tak kunjung dilaksanakan. (MTVN/OL-7)

Komentar