Megapolitan

Anies-Sandi Fokus Tuntaskan RAPBD 2018

Jum'at, 13 October 2017 07:28 WIB Penulis: Yanurisa Ananta

Sumber: Bappeda DKI Jakarta/L-1/Grafis: Ebet

SELAMA 45 hari pertama ke­pe­mim­pinannya, Gubernur terpilih Provinsi DKI Jakarta Anies Baswedan akan fokus membahas dan merampungkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2018 (lihat grafik).

Hal itu dikemukakan Anies seusai mencoba baju dinas putih di Ruang Abdullah Syafi’i yang berada di dalam rumah di Jalan Tirtayasa II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.

Presiden Joko Widodo dijadwalkan melantik pasangan Anies-Sandi sebagai Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta di Istana Merdeka, Senin (16/10) sore.

“Tanya programnya nanti, dong. Nanti saja. Jadi, program kita bicarakan sesudah pelantikan saja. Salah satu fokus utama begitu mulai bekerja langsung soal 45 hari pertama. Kami fokus di RAPBD 2018,” kata Anies.

Menurut Anies, dirinya ingin memastikan semua yang dijanjikan ketika kampanye bersama Sandiaga Uno telah tertuang dalam RAPBD DKI 2018 sehingga dapat dilaksanakan dan dijalankan untuk kepentingan warga dan Kota Jakarta.

“Kita semua ingin memastikan apa yang kami janjikan sampai pada pelaksanaan. Bisa berjalan semuanya,” ujar Anies.

Selama ini, Anies hanya memantau perkembangan pembahasan RAPBD DKI 2018 dari luar karena dia belum resmi dilantik menjadi gubernur. Dengan kata lain, ­Anies tidak leluasa melihat isi dari anggaran daerah untuk kegiatan pada 2018.

Pembahasan RAPBD DKI, lanjut Anies, ibaratnya sebuah kerja yang tidak terlihat secara kasatmata, tetapi menjadi penentu dalam pelaksanaan pembangunan di lapangan.

“Oleh karena itu, selama 45 hari pertama kami menjadi hari-hari yang menentukan karena di situlah slot untuk memastikan semua (program kerja) masuk. Alhamdulillah, tim sinkronisasi me-review semuanya. Sudah kelihatan,” ungkap Anies.

Hindari nepotisme
Sebelumnya, Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta Sandiaga Uno sudah memerintahkan bahwa pelaksanaan Gerakan One Kecamatan One Center for Entrepreneurship (OK OCE) tidak akan melibatkan keluarga termasuk saudara kandungnya, Indra Uno.

“Kami komit bahwa ini adalah sebuah gerakan Anies-Sandi, tidak boleh ada yang berpotensi nepotisme. Memang kesepakatannya pas kami mulai berdinas tidak boleh ada lagi Mas Indra,” jelas Sandi, Rabu (11/10).

Sandi mengakui selama berjalannya gerakan OK OCE lebih dari 300 pelatih motivator dan pemberdayaan dipusatkan serta dikoordinasikan di beberapa pusat kewirausahaan di Melawai, Jakarta Selatan, ataupun di pusat kerwirausahaan lainnya.

“Kami berterima kasih sekali kepada Mas Indra yang sudah berdedikasi membangun gerakan OK OCE sampai memiliki 25 ribu peserta. Untuk mewujudkan good governance dan tata kelola, kami memilih di antara mereka tidak ada hubungan keluarga dengan saya,” kata Sandi.

OK OCE adalah gerakan untuk memastikan terciptanya lapangan kerja. Selama 2016, bersama lebih dari 300 pelatih motivator dan pembimbing, OK OCE sudah memberikan pelatihan kepada 25 ribu peserta gerakan itu.

Menurut Sandi, tugas pemerintah ialah memfasilitasi, bukan memberikan prog-ram OK OCE. “Ini gerakan milik masyarakat dan akan bergulir dengan sendirinya lewat sebuah persandingan harmonis antara dunia usaha dan kewirausahaan serta UMKM.” (Ant/X-3)

Komentar