Megapolitan

Sensasi Betawi untuk Sambut Tamu Asian Games

Jum'at, 13 October 2017 06:31 WIB Penulis: (Akmal Fauzi/J-1)

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar

PERHELATAN Asian Games yang akan digelar Agustus tahun depan diharapkan akan menyedot wisatawan datang ke Indonesia. Jakarta sebagai tuan rumah bersama Palembang terus berbenah untuk menyambut pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. Perhelatan empat tahunan itu tentu akan dimanfaatkan banyak pihak, tak terkecuali Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, untuk mengeksplorasi budaya Betawi ke wisatawan yang berkunjung ke Ibu Kota. Bir pletok hingga ondel-ondel siap menyambut wisatawan.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta nanti akan mewajibkan semua hotel dan restoran di Jakarta untuk menonjolkan delapan ikon Betawi supaya bisa dirasakan wisatawan.

“Kami mengupayakan event ini dapat dijadikan sarana promosi yang efektif yang dapat berhadapan langsung serta dirasakan wisatawan baik itu alam, budaya, jasa, maupun fasilitas lainnya,” kata Kepala Bidang Industri Pariwisata Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Toni Bako, Kamis (12/10). Di hotel tempat menginap, saat masuk lobi hotel, wisatawan akan disambut sepasang ondel-ondel. Penerima tamu diwajibkan mengenakan pakaian sadariah (baju koko Betawi untuk pria, kebaya encim untuk wanita). Tak lupa bir pletok sebagai ‘welcome drink’ wisatawan.

“Ada delapan ikon yang akan ditonjolkan, yaitu ondel-ondel, kembang kelapa, ornamen gigi balang, baju sadariah, kebaya kerancang, batik betawi, kerak telur, dan bir pletok,” ujar Toni. Pihaknya telah melakukan pembinaaan terhadap kegiatan pariwisata dan seni guna meningkatkan kualitas mutu produk dan pelayanan terhadap tamu atau delegasi Asian Games.

Hal itu tentu bertujuan menarik wisatawan dalam dan luar negeri, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas, agar lama tinggal dan belanja selama event berlangsung.
Tak hanya itu, pergelaran seni budaya di tiap venue dan hotel tempat delegasi menginap pun akan digelar dengan memberdayakan destinasi kuliner dan hiburan.
“Jadwal rutin akan dikeluarkan tiap venue dan hotel yang nantinya akan dibuat buku panduan yang bisa dilihat seluruh delegasi,” ujarnya.

Di kawasan Kota Tua pun, akan digencarkan pergelaran untuk menarik wisawatan ke destinasi situs sejarah itu. Saat ini sudah delapan dari 14 gedung lawas di kawasan Kota Tua selesai direvitalisasi. Gedung-gedung itu, menurut rencana, ditargetkan selesai perapian sebelum Asian Games 2018. “Ada yang dalam proses pengerjaan itu Gedung Cipta Niaga, Gedung Inkopad, Gedung Kertha Niaga, dan gedung di belakang Kafe Batavia,” kata Kepala Unit Pengelol Kawasan (UPK) Kota Tua Norviadi. Nantinya, gedung-gedung itu akan dimanfaatkan sebagai kafe, restoran, atau galeri yang bisa dinikmati wisatawan.

“Itu berfungsi sebagai fasilitas wisata untuk menciptakan kenyamanan dan peningkatan pelayanan destinasi unggulan di Jakarta,” kata Norviadi. Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat telah meresmikan Lokasi Binaan Taman Kota Intan Kota Tua sebagai destinasi wisata malam kuliner di Ibu Kota. (Akmal Fauzi/J-1)

Komentar