Olahraga

Usulkan Nomor Cabang Asian Games Ditambah

Jum'at, 13 October 2017 04:46 WIB Penulis: Nurul Fadillah fadillah@mediaindonesia.com

AFP PHOTO / ED JONES

INDONESIA yang menjadi tuan rumah berniat untuk menambah nomor pertandingan cabang olahraga dalam multiajang Asian Games 2018 Jakarta-Palembang. Sembilan nomor tambahan itu diusulkan pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) kepada Dewan Olimpiade Asia (OCA). Dalam surat resmi dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi kepada OCA beberapa hari lalu, nomor-nomor yang menjadi usulan ialah tiga nomor compound panahan yakni putra, putri, dan campuran.

Selain tiga nomor panahan, Kemenpora mengajukan empat nomor panjat tebing yakni tunggal putri dan putra speed world dan speed classic. Sementara itu, tambahan lainnya yakni dua nomor taekwondo yaitu nomor kyurugi (tarung) kelas 53 kg putra, 63 kg putra, 46 kg putri, dan 53 kg putri. ‘Berdasarkan hasil Rapat Besar OCA yang digelar di Ashqabat (Turkmenistan) pada 22 September lalu, kami telah menerima keputusan mempertandingkan 40 cabang ­olahraga dengan menambahkan roller sport dan disiplin dari cabang olahraga martial art (kurash dan sambo),’ tulis Imam.

‘Karena itu, kami sangat menghargai kalian bisa menerima usulan kami menambah beberapa nomor pertandingan’, tulis Imam dalam surat yang dibuat pada 9 September tersebut. Sekretaris Kemenpora Gatot S Dewabroto mengatakan sejauh ini belum ada balasan dari pihak OCA. Namun, pembahasan nomor pertandingan akan dilakukan dalam rapat Koordinasi Komite (Koorkom) yang akan berlangsung pada 14-16 Oktober mendatang di Jakarta.

Gatot pun menambahkan, alasan pengajuan nomor-nomor itu dengan tujuan memperbesar peluang bagi atlet Indonesia merebut medali emas. “Nomor-nomor itu adalah yang berpeluang menyumbangkan emas sehingga kami berupaya untuk bisa menambahkannya di Asian Games, sedangkan nomor lainnya sudah fix semua,” ujar Gatot. Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Panitia Pelaksana Asian Games (Inasgoc), Harry Warganegara, mengatakan akan sangat sulit untuk menegosiasikan hal tersebut kepada OCA. Pasalnya, penentuan nomor pertandingan berjumlah 462 dari total 40 cabang olahraga telah dinyatakan final oleh OCA.

“Bisa berubah tidaknya belum tahu karena surat dari Pak Erick Thohir (Presiden Inasgoc) per tanggal 15 September soal penambahan event saja sudah ditolak. Karena itu, dari OCA semua memang sudah final,” tegas Harry.

Salah mengartikan
Persoalan lainnya yakni rencana penghapusan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dinilai sebagai langkah yang salah. Pernyataan tersebut disampaikan anggota Komisi X DPR dari Fraksi Partai Amanat Nasional, Yayuk Basuki, yang mantan atlet tenis. Petenis legendaris Indonesia tersebut menganggap penghapusan Satlak Prima sangat berisiko mengingat persiapan Asian Games dan Asian Paragames tinggal tersisa 10 bulan lagi.

Yayuk mengakui dirinya yang telah mengusulkan adanya pemotongan jalur birokrasi yang menghambat pencairan anggaran kepada atlet dan pelatih. Namun, dia menegaskan pemerintah telah salah mengartikan gagasannya. (Rul/R-4)

Komentar