Nusantara

Jabar Butuh Pemimpin Pemersatu, Ulama Siap Menangkan Uu

Kamis, 12 October 2017 21:44 WIB Penulis: Bayu Anggoro

Ilustrasi

CALON Gubernur dan Wakil Gubernur yang memiliki citra agamais diyakini akan mencuri simpati warga Jawa Barat. Hal ini disebabkan pemilih di tatar Parahyangan yang terkenal religius dan tradisional.

Menurut Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Jawa Barat, Rafani Achyar, kandidat dengan citra agamais ini harus dibuktikan dengan memiliki empat indikator yakni sidiq, amanah, tablig, dan fatonah.

"Sidiq berarti bersih, benar, baik perbuatan dan perkataannya," kata Rafani di Bandung, Kamis (12/10).

Amanah yakni mampu menjaga kepemimpinan yang diembannya sebaik mungkin. "Karena sejatinya (jabatan) ini amanah dari Tuhan," katanya.

Adapun tablig, kata Rafani, kandidat harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik terutama dalam menyampaikan setiap gagasan untuk kebaikan bersama.

"Fatonah itu kan cerdas, jadi sangat diperlukan. Kalau pemimpin tidak cerdas, akan repot," katanya.

Selain itu, dia berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar selanjutnya merupakan sosok yang berpengalaman di bidang pemerintahan. Sebagai provinsi yang memiliki penduduk paling banyak serta wilayah yang luas, berbagai persoalan dipastikan akan bermunculan.

"Idealnya orang yang berpengalaman di pemerintahan," katanya.

Lebih lanjut dia menambahkan, saat ini dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan seluruh umat mengingat polarisasi di masyarakat yang semakin terlihat.

"Kalau hanya yang membela golongan tertentu, enggak akan memecahakan masalah. Polarisasi sudah nampak, terkait agama, pemikiran, bahkan strata," katanya seraya menyebut jika semua aspek itu terpenuhi, dirinya optimistis kandidat bersangkutan akan memiliki kemampuan yang baik dalam mengelola pemerintahan.

Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Huda Al Khudori, Kota Cimahi, KH Muhammad Nurzen Khudori, merasa bersyukur adanya kepercayaan terhadap calon pemimpin yang berlatar belakang pesantren. Dia pun berharap Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar selanjutnya memiliki latar belakang yang sama dengannya.

"Ya tentu saya sangat senang jika punya pemimpin dari kalangan pesantren," katanya.

Dia tidak sependapat jika ada yang beranggapan bahwa seorang ulama atau yang memiliki latar belakang pesantren hanya cocok untuk mengurusi pesantren saja. Terlebih, lanjutnya, keikutsertaan dalam politik pun sesuai dengan kiprah Rasulullah yang juga menjadi pemimpin pemerintahan selain sebagai pemuka agama.

Disinggung calon gubernur/wakil gubernur yang muncul saat ini, menurutnya, terdapat beberapa nama yang tepat untuk menjadi pemimpin Jabar selanjutnya. Salah satunya, kata dia, Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum merupakan sosok yang tepat.

"Beliau dari kalangan pesantren, cerdas, dan memiliki pengalaman di bidang pemerintahan," katanya.

Oleh karena itu, dia mengaku siap mendukung Uu jika maju dalam Pemilihan Gubernur Jabar 2018.

"Tentu kami siap mendukung dan memenangkan Pak Uu. Saya siap menyosialisasikan ke pesantren-pesantren lain," katanya. (OL-2)

Komentar