Nusantara

Diduga Aniaya Cucu Tiri, Nenek Kosiah Jadi Tersangka

Kamis, 12 October 2017 21:04 WIB Penulis: Depi Gunawan

Ilustrasi--thinkstock

SEORANG nenek berusia 69 tahun, Kosiah, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pencelupan wajah Rachel Herliani, 11, pada wajan berisi minyak goreng panas yang dilakukan di rumahnya, Kampung Cirawa RT 03/05, Desa Celak, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, akhir September lalu.

Penetapan tersangka ini setelah polisi melakukan pemeriksaan kepada tersangka selama hampir sehari sejak Rabu (11/10) malam di ruang Satreskrim Polres Cimahi ditambah saksi-saksi yang mengetahui kejadian tersebut.

Di hadapan penyidik, Kosiah belum mau mengaku jika dirinya sudah menganiaya korban yang merupakan cucu tirinya, tapi polisi telah mempunyai bukti dan keterangan yang cukup untuk menjeratnya sebagai tersangka.

"Tersangka sudah ditahan di Polres Cimahi, kami telah periksa lima orang saksi, hasil visum juga sudah diterima. Dari visum tersebut muncul kaitan dengan adanya luka bakar stadium 3 yang mengharuskan korban dioperasi," ujar Kasat Reskrim Polres, AKP Niko N Putra, di Cimahi, Kamis (12/10).

Niko menyatakan, dari keterangan saksi maupun korban serta saksi setelah kejadian, ditambah melihat hasil prarekonstruksi, dengan ukuran barang bukti wajan yang kecil, memang sangat tak memungkinkan kepala korban dimasukkan ke wajan.

Dari keterangan salah satu saksi yang memberikan keterangan kepada polisi, menyebutkan, bahwa ia juga mendengar suara teriakan tersangka sesaat setelah kejadian, kemudian saksi tersebut langsung membantu korban yang wajahnya mengalami luka parah.

"Namun pastinya, dari keterangan yang kita didapatkan, bahwa setelah minyak goreng panas disiramkan ke wajah Rachel, anak tersebut terjatuh dan mengenai wajan tersebut," tuturnya.

Mengingat usia yang sudah tua, Kosian bisa saja mendapat pengurangan hukuman saat nanti divonis di pengadilan, sepanjang dia tak berbelit-belit memberikan keterangan selama pemeriksaan serta adanya upaya musyawarah antara keluarga korban dan tersangka.

"Tersangka terancam hukuman 10 tahun tahun penjara, dia dijerat Pasal 44 Ayat 22 Undang-Undang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Rangga (KDRT) subsider Pasal 80 Ayat 2 Jo Pasal 76 Ayat C UU 17 Tahun 2016," bebernya.

Niko menyatakan, polisi tidak mengejar pengakuan tersangka mengingat selama penyelidikan, dia belum mau mengaku telah melakukan penganiayaan.

"Tapi dengan perbuatan si nenek, sudah cukup dia bisa dikenakan status tersangka karena saat itu Kosiah sedang dalam kondisi emosi," lanjutnya. (OL-2)

Komentar