Polkam dan HAM

Dua Kali Mangkir, KPK Bisa Panggil Paksa Sekpri Walikota Batu

Kamis, 12 October 2017 20:42 WIB Penulis: Richaldo Y Hariandja

MI/ ROMMY PUJIANTO

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta Lyla Widya selaku sekretaris pribadi Walikota Batu nonaktif Eddy Rumpoko untuk kooperatif. Pasalnya, sudah dua kali Lyla tidak memenuhi panggilan lembaga antirasywah tersebut untuk dimintai keterangan sebagai saksi.

"Menurut aturan yang berlaku jika tidak hadir setelah dipanggil secara patut, KPK dapat memerintahkan pada petugas untuk membawa. Jadi kami harap saksi bisa kooperatif dengan KPK, menjelaskan apa adanya dan tentu saja datang ketika dipanggil," ucap Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Kamis (12/10).

Sebelumnya, Lyla mangkir tanpa keterangan dari pemeriksaan pertama (28/9) dan kedua (30/9) di Polres Batu, Jawa Timur. Lyla sendiri berstatus sebagai pegawai honorer di Pemkot Batu.

"Kemarin juga dilakukan pemeriksaan terhadap salah seorang saksi yang bersangkutan bernama Junaidi, anggota TNI AD yang merupakan supir dari tersangka ERB. Penyidik mendalami pengetahuan dari saksi terkait mobil Alphard hitam yang diduga merupakan milik tersangka ERB," imbuh Febri.

Eddy diduga menerima suap sebesar Rp500 juta dari Filipus Djap terkait dengan proyek pengadaan meubelair senilai Rp5,26 miliar. Proyek itu dimenangkan PT Dailbana Prima, yang juga milik Filipus. Eddy disebut mendapat jatah fee 10 persen dari proyek itu.

Eddy menerima uang diduga suap itu bersama Kepala Bagian Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kota Batu Eddi Setiawan.

Saat operasi tangkap tangan (OTT) beberapa waktu lalu, Eddy ditangkap bersama Filipus dengan barang bukti uang sebesar Rp200 juta. (X-12)

Komentar