Internasional

RI dan Yordania Dongkrak Perdagangan Bilateral

Kamis, 12 October 2017 23:31 WIB Penulis: Arv/I-4

MTVN

PEMERINTAH menargetkan nilai perdagangan bilateral an­tara Indonesia dan Yordania dikembalikan ke angka US$500 juta. Pencapaian itu sebelumnya sudah pernah diraih pada 2012 silam dan merupakan yang tertinggi dalam hubung­an dagang kedua negara. Hal itu disampaikan Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Yordania, Andi Rachmianto di sela pertemuan bisnis Indonesia-Jordan Business Council (IJBC), di Jakarta, Kamis (12/10).

Saat ini, kata Andi, ekspor produk Indonesia ke Yordania mengalami defisit US$75 juta dari total perdagangan sebesar US$256 juta. Adapun nilai impor Indonesia dari Yordania tercatat sebesar US$165 juta dan ekspor US$90 juta.

Defisit ekspor terjadi karena krisis di Irak dan Suriah akibat konflik bersenjata antara kelompok Islamic State (IS) dengan pemerintah kedua negara. Tapi, seiring kekalahan IS, Andi melihat hal itu sebagai peluang untuk meningkatkan kerja sama.

Hal itu mengingat Suriah yang menjadi hub perdagang­an kedua negara, kini berangsur membuka kembali aktivitas bisnisnya setelah se­belumnya sempat ditutup dan dikuasai IS.
“Kebanyakan produk yang kita ekspor ke Yordania ialah furnitur, makanan, ban, dan ker­tas,” terang Andi. Hal lain yang dilakukan untuk menggenjot perdagangan ke­dua negara ialah melalui pertemuan bisnis IJBC.

Andi mengatakan perte­muan bisnis IJBC diharapkan mampu mendongkrak volume perdagangan kedua negara. Sebagai informasi, IJBC merupakan sebuah organisasi yang didirikan pada 20 Oktober 2016 untuk membuka peluang dan meningkatkan sinergi antara pengusaha Indonesia dan Yordania. (Arv/I-4)

Komentar