Nusantara

Tim BMKG dan PVMBG Pantau Kegempaan Lembata

Kamis, 12 October 2017 19:47 WIB Penulis: Palce Amalo

MI/Palce Amalo

TIM Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang dan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung dijadwalkan turun ke Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, untuk melakukan monitoring kegempaan di daerah itu.

Selain monitoring kegempaan, tim juga akan memonitoring bencana geologi yang terjadi akibat gempa bumi yang melanda wilayah itu dalam beberapa hari terakhir ini, kata Kepala BMKG Kupang/Koordinator BMKG NTT, Hasanudin, melalui pesan WhatsApp di Kupang, Kamis (12/10), terkait gempa Lembata.

"Saat ini kami sedang melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabuaten Lembata. Tim kami berjumlah lima orang akan turun ke Lembata pada Jumat (13/10)," katanya.

Menurut dia, monitoring kegempaan perlu dilakukan mengingat banyak sekali terjadi gempa di daerah itu dalam beberapa hari terakhir ini, yang tidak terekam di BMKG.

"Sejak Senin (9/10) hingga Selasa (10/10), BMKG hanya mencatat enam kali gempa di wilayah itu, tetapi gempa dalam skala kecil dilaporkan terus terjadi. Kita ingin memonitor langsung di lapangan," katanya.

Hasanudin mengakui, hari ini sudah terjadi beberapa kali gempa di daerah itu, tetapi tidak terekam karena kemungkinan sangat lokal dan dangkal.

Berdasarkan catatan pemantau Gunung Lewotolok, pada pukul 12.43 Wita sempat terjadi gempa tetapi sangat lokal sehingga tidak dirasakan secara meluas. Gempa tersebut terekam di sensor terdekat yang ada di Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur.

"Dari hasil koordinasi dengan kami, pemantau berencana memasang sensor gempa bumi di Lembata, saat ini baru disurvei di daerah Balairuing. Mudah-mudahan lokasi yang disurvei ini cocok dan mendapat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lembata," katanya. (Ant/OL-2)

Komentar