Megapolitan

Kapolres Bogor: Jalur Puncak Kondusif, Informasi di Medsos Hoax

Kamis, 12 October 2017 17:42 WIB Penulis: Dede Susianti

thinkstock

MENYEBARNYA informasi berupa gambar dan video kerusuhan di jalur Puncak di media sosial itu dipastikan oleh Kapolres Bogor Ajun Komisaris Besar Andi Mohammad Dicky Pastika Gading sebagai kabar palsu (bohong) atau hoax.

"Terkait isu kejadian di Cianjur meluas ke Bogor, masyarakat tidak perlu khawatir. Itu hanya hoax yang dilakukan untuk memancing kerusuhan saja," kata Andi Kamis (12/10) sore. "Kata siapa memanas. Gak ada, gak ada, gak ada."

Dia pun mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Masifnya berita atau informasi kejadian kerusuhan pada saat protes penertiban PKL (pedagang kaki lima) di media sosial, menurut Andi, tidak seperti yang digambarkan di media sosial.

Dia mengatakan, Polres Bogor sudah antisipasi dengan penempatan anggota. Termasuk intelejen guna melakukan monitoring dan pengamanan.

"Insyaallah tidak ada apa-apa, karena di Bogor sudah dikakukan dengan tahapan-tahapan, dan mendapat dukungan warga untuk kelancaran roda ekonomi masyarakat Puncak," imbuhnya.

Dia menegaskan, bahwa penertiban di jalur Puncak itu merupakan program nasional untuk masyarakat yakni pelebaran jalan. Karena itu pihaknya akan bertindak secara tegas terhadap gangguan apapun. "Itu program nasional untuk masyarakat. Kalau ada yang anarkis ya mohon maaf, kita akan tindak tegas,"tegasnya.

"Sekali lagi, itu biasa hoax. Itu hanya mamu memperkeruh situasi, mau digoreng. Tapi saya akan tindak tegas, kalau di Bogor ada yang melakukan ini," ujarnya.

Untuk pengamanan di jalur Puncak Bogor, Andi menyebutkan, personel yang disiagakan setiap harinya, secara keseluruhan ada 70 personel. Jumlah itu gabungan personel satlantas dan polsek.

"Kantor polsek di jalur Puncak itu ada tiga, Ciawi, Megamendung dan Cisarua. Belum ditambah personel lalin. Kemudian anggota kita dan sabara patroli. Sewaktu-waktu kita gerakin Brimob Cipanas dan Dalams merapat, kalau memang ada anarkis," ucapnya.

Untuk penertiban bangunan liar, baik PKL maupun bangunan permanen di jalur Puncak, Bogor, dia mengatakan akan menjaganya agar berlangsung kondusif.

"Insyaallah kondusif. Kemarin kita laksanakan baik-baik. Dan sebelumnya ada tahapan peringatan. Kita sudah rencanakan dengan baik. Mudah-mudahan tidak ada apa-apa,"ungkapnya.

Sementara itu, menurut Kasat Lantas Polres Bogor Ajun Komisaris Hasby Ristama, saat ini atau Kamis sore atau sekitar 16. 30 WIB, kondisi di jalur Puncak Bogor kondusif. Arus lalu lintas pun sejak pagi, katanya, lancar-lancar saja.

"Tidak ada kejadian seperti ramai dibicarakan. Aman, aman. Lancar," kata Hasby melalui sambungan telepon selulernya.

Terkait penertiban, baik yang sudah dilakukan maupun yang akan datang atau tahap kedua, menurutnya sudah disosialisasikan kepada masyarakat. Baik pada para pemilik bangunan maupun pada pengguna jalan.

"Kita sudah 3 bulan rencanakan dan sosialisasikan. Kita upayakan sosialisasi, pemahaman hukum, surat peringatan " silahkan membongkar sendiri. Kalau tidak, Sat Pol PP yang akan bongkar. Pemerintah juga sudah siapkan relokasi,"ungkapnya.

Terkait antisipasi jelang penertiban tahap kedua, Hasby mengatakan, penanganannya lalu lintas berlaku sama. Untuk hari Sabtu dan Minggu, katanya, tetap pemberlakuan buka tutup jalur.

Sementara itu, penegasan terkait isu itu jiga dikeluarkan oleh pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP)Kabupaten Bogor.

Kepala Satuan Pol PP Kabupaten Bogor Herdi Yana mengatakan bahwa tidak ada penertiban atau eksekusi bangunan liar di jalur Puncak Bogor, di Rabu (11/10). "Tidak ada eksekusi bangunan liar di Puncak kemarin. Jadwal penertiban masih menunggu tahapan surat peringatan selesai," pungkasnya.(OL-3)

Komentar