Polkam dan HAM

Prediksi Khofifah Menang di Pilkada Jawa Timur

Kamis, 12 October 2017 17:11 WIB Penulis: Ilham Wibowo

MI/RAMDANI

KHOFIFAH Indar Parawansa dinilai tak akan begitu saja mudah mendulang suara besar di pemilihan Gubernur Jawa Timur tahun depan. Menteri Sosial itu akan bertarung kembali dengan sesama tokoh Nahdatul Ulama (NU), Saifullah Yusuf atau Gus Ipul.

"Memang tidak ringan bagi Khofifah untuk kembali maju (memenangi Pilkada Jatim), karena kesekian kali berhadapan dengan Saifullah," kata Pengamat politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Indria Samego saat dihubungi, Kamis (12/10).

Khofifah tercatat sudah dua kali bertarung dan kalah saat berhadapan dengan Gus Ipul yang menjadi wakil Soekarwo di Pilkada Jatim. Dalam periode pemilihan 2008, Khofifah berpasangan dengan Brigjen TNI Mudjiono. Sementara pada 2013, ia berpasangan dengan mantan Kapolda Jatim Herman Sumawiredja.

Indria menuturkan, Gus Ipul yang didukungan simpatisan NU berkontribusi besar dalam jumlah perolehan suara Soekarwo. Warga NU, kata Indria, secara pengalaman cederung memilih kepemimpinan bedasarkan gender.

"Pertama konserfatifnya lebih memilih laki-laki ketimbang perempuan. Kedua, Saifullah incumbent yang sudah punya pengalaman, pendukungnya bukan hanya NU tapi NU plus," ungkap Indria.

Meski demikian, Khofifah masih memiliki kans seimbang bila dihadapkan kembali melawan Gus Ipul. Menurut Indria, Khofifah memiliki tingkat popularitas yang menanjak ketika menjabat sebagai Mensos. Itu menjadi nilai tambah tersendiri.

"Bukan tidak mungkin Saifullah dikalahkan. Kalau pemilih mengetahui kelemahan Saifullah, mungkin itulah keunggulan Khofifah," ujarnya.

Sementara itu, pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, kegagalan Khofifah dalam ajang Pilkada periode silam membawa pengaruh positif maupun negatif. Selain mendapat dukungan dari pemilih loyalis, citra penasaran dan nafsu kekuasaan juga dinilai akan menempel pada Khofifah.

Hendri menambahkan, hasil Pilkada Jatim secara tidak langsung akan berpengaruh pada elektabilitas Presiden Jokowi. Penyebabnya, Khofifah mencalonkan diri di Pilkada Jatim saat aktif menjabat sebagai Mensos.

"Khofifah mengundurkan diri (dari jabatan Mensos), kalau diizinkan oleh Jokowi kemudian citranya seolah-olah utusan presiden," ujarnya. (MTVN/OL-6)

Komentar