Polkam dan HAM

Agung Laksono Sebut Pencopotan Yorrys untuk Jaga Soliditas Golkar

Kamis, 12 October 2017 16:09 WIB Penulis: Astri Novaria

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

PARTAI Golkar seperti tak terbebas dari konflik internal berkepanjangan dalam tiga tahun belakangan ini. Belum lama ini Yorrys Raweyai tak luput dari kebijakan pecat memecat yang tengah menjadi kebiasaan dilakukan oleh DPP Partai Golkar.

Menurut Ketua Dewan Pakar Partai Golkar, Agung Laksono, alasan Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto mencopot Yorrys Raweyai dari jabatan Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan dan menggantinya dengan Letjen (Purn) Eko Wiratmoko, demi menjaga kekompakan dan soliditas Partai Golkar.

"Karena masyarakat Indonesia tidak ingin melihat sebuah lembaga apalagi lembaga politik ada gonjang-ganjing di dalamnya. Saya kira kurang baik, perlu ada kekompakan. Kekompakan ini harus dijaga terutama dari elite-elitenya sendiri," ujar Agung usai menemui Novanto di Gedung DPR RI, Jakarta, Kamis (12/10).

Untuk diketahui, konflik di tubuh Beringin ini pernah terjadi berlarut-larut saat perebutan kepemimpinan partai antara Aburizal Bakrie dengan Agung Laksono. Agung sepertinya lupa atau mungkin justru mengambil pelajaran dari peristiwa lalu. Tapi yang jelas saat konflik perebutan kepemimpinan partai Golkar tersebut, perolehan suara partai yang selalu berjaya pada era Orba ini, merosot tajam.

Agung pun mengaku paham maksud Novanto itu. Menurut Agung, Golkar memang membutuhkan kekompokan di seluruh unsur partai. Oleh karena itu pihaknya mendukung langkah Novanto mencopot Yorrys dan merevitalisasi kepengurusannya. Dia meyakini Novanto akan melakukan revitalisasi lanjutan dalam waktu dekat.

Ia pun berharap, ke depan seluruh kader menyelesaikan permasalahan partai secara internal dan tidak perlu membawanya ke publik. Dengan demikian, tidak akan muncul kegaduhan dan elektabilitas partai tetap stabil. Baca juga: Nusron Tak Setuju Yorrys Dicopot

"Saya mendukung apa yang telah dilakukan oleh Pak Novanto dan DPP Partai Golkar. Tadi saya bicara dengan beliau masih akan tetap dilanjutkan revitalisasi pada bidang-bidang yang lain. Saya harap ke depan, satu sama lain kalau ada sesuatu yang ingin disampaikan di forum internal saja. Jadi keluar itu hanya kepada masalah yang berkaitan dengan konstribusi menyelesaikan isu-isu bangsa," pungkasnya. (OL-3)

Komentar