Humaniora

MUI Belum Pernah Keluarkan Sertifikasi Halal Vaksin MR

Kamis, 12 October 2017 15:55 WIB Penulis: Dhika Kusuma Winata

ANTARA

MAJELIS Ulama Indonesia (MUI) menyatakan belum pernah mengeluarkan sertifikasi halal untuk vaksin Measles Rubela (MR). Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF mengatakan isu yang berkembang di masyarakat bahwa vaksin MR halal merupakan kebohongan.

"Vaksin harus jelas kehalalannya. Sampai saat ini belum ada permintaan tentang pemeriksaan oleh MUI halal atau tidaknya vaksin ME. Belum diajukan oleh Biofarma tentang vaksin ini," kata Ketua Komisi Fatwa MUI Hasanuddin AF, di kantor MUI, Jakarta, Kamis (12/10).

Menurut Hasanuddin, sesuai Fatwa MUI No 4/2016, vaksinasi memang diperbolehkan dan diwajibkan terutama saat kondisi darurat. Terlebih jika suatu penyakit berpotensi menjadi semakin berat tanpa vaksinasi atau menyebabkan kematian. Namun, dirinya mengatakan vaksin jenis apapun yang digunakan masyarakat semestinya bersertifikat halal.

Lebih lanjut ia menjelaskan soal kondisi darurat dalam fatwa itu pun harus ada konsultasi dengan MUI. Hingga saat ini, sambung Hasanuddin, pihaknya belum menerima laporan dari Kementerian Kesehatan soal kondisi darurat tersebut. "Belum ada pernyataan darurat dari Kementerian Kesehatan. Mestinya kan konsultasi dengan MUI," tuturnya.

Dikatakan Hasanuddin, sebagian kelompok masyarakat masih mengeluhkan kejelasan soal halal tidaknya vaksin MR. Ia menambahkan saat ini baru dua jenis vaksin yang berstatus halal di Indonesia yakni vaksin untuk flu dan meningitis.

"Contohnya vaksin meningitis yang dulu untuk jemaah haji sebelum ada vaksin yang halal itu yang haram boleh digunakan tapi setelah ada yang halal maka yang haram tidak boleh digunakan," jelasnya.

Karena itu, dirinya meminta pemerintah untuk serius menyikapi kehalalan vaksin sesuai Undang-Undang No 33/2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur seluruh produk termasuk farmasi untuk mendapat status halal.

Persoalan halal-haram vaksin mencuat saat pemerintah akan memberikan vaksin rubella atau MR (measles-rubella). Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek memastikan vaksin itu tak terbuat dari bahan-bahan yang dinyatakan haram, misalnya mengandung unsur babi seperti yang dikhawatirkan banyak orang.

Vaksin dipastikan aman dan bisa dimanfaatkan untuk imunisasi campak rubella pada anak-anak. "Vaksin ini tidak terbuat dari barang yang disebut haram. Ini dibuat atau ditanam di telur ayam dan diambil dari sel punca, stem cell dari manusia. Jadi, tidak ada kaitannya dengan haram," kata Nilla.

Nila mengatakan imunisasi campak rubella wajib bagi semua anak berusia 9 bulan hingga 15 tahun dan tidak ada alasan untuk menolaknya. Sebab setiap anak berhak atas kesehatan dan sebagai orang tua wajib melindungi anak dan memastikannya tumbuh sebagai anak yang sehat.

"Sama sekali tidak benar (vaksin rubella haram) dan ini merupakan tanggung jawab orang tua untuk memberikan perlindungan kepada anak-anak (salah satunya) melalui imunisasi," ujar Nilla. (MTVN/OL-6)

Komentar