Ekonomi

Luhut: Penghancur Diminta Membangun

Kamis, 12 October 2017 13:08 WIB Penulis: Windy Dyah Indriantari/Laporan dari Washington DC

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan---ANTARA/Novrian Arbi

MENTERI Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengaku tidak paham bagaimana hidupnya bisa berubah 180 derajat. Sebagai orang tentara profesional dia terlatih untuk bertempur, kini kebalikan dari itu.

Hal itu diungkapkannya ketika memberi sambutan dalam Gala Dinner Voyage To Indonesia 2018, di hadapan sejumlah pebisnis, anggota parlemen, dan pejabat pemerintahan Amerika Serikat, di Washington DC, Rabu (11/10) malam waktu setempat.

"Saya dididik untuk menghancurkan segala sesuatu. Tapi sekarang saya harus membangun, mungkin itu yang namanya takdir," ujarnya yang langsung disambut tawa para hadirin.

Menurut Luhut, ia sangat paham cara berpikir orang Amerika Serikat karena cukup lama mengenyam pendidikan di 'Negeri Paman Sam' tersebut. Luhut menjalani program master bidang administrasi publik, di George Washington University, Washington DC. Sebelumnya, dia juga bersekolah di National Defense University.

Program latihan bersama dengan tentara AS, lanjut Luhut, membawanya pula beberapa kali ke AS, tepatnya ke Fort Bragg, di California. "Jadi, Amerika Serikat sudah mencuci otak saya."

Gala dinner yang digelar di Hotel Fairmont tersebut untuk memberikan tinjauan pada kemajuan ekonomi dan peluang bisnis di Indonesia kepada komunitas pebisnis dan pemerintahan AS. Gelaran itu termasuk rangkaian kegiatan menyambut pelaksanaan pertemuan tahunan IMF-Bank Dunia di Nusa Dua, Bali, Oktober tahun depan.

Luhut memastikan persiapan menuju pertemuan tersebut dilakukan dengan baik melalui kerja sama Kemenko Maritim, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Hanya satu potensi halangan yang tidak mampu diprediksi tim Indonesia, yakni aktivitas Gunung Agung yang kini tengah batuk-batuk.

"Tapi kami berusaha melalui doa. Dorong juga perbanyak berdoa di Besakih," ujar Luhut. (OL-6)

Komentar