Humaniora

Jokowi Ajak Jauhi Perundungan

Kamis, 12 October 2017 12:00 WIB Penulis: Rudy Polycarpus

DOK SETPRES

PRESIDEN Joko Widodo mengajak para pelajar menghindari perundung­an, baik secara fisik maupun emosional, dan obat-obat terlarang (narkoba). Itu harus dilakukan agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang kuat, unggul, dan memiliki karakter yang baik.

“Hentikan kekerasan. Ingat, kekerasan apa pun akan memberikan pengalaman buruk kepada teman-teman kita,” ujarnya saat Penyuluhan Bahaya Narkoba, Pornografi, dan Kekerasan kepada para pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK se-Provinsi DKI Jakarta di Jakarta International Expo, Kemayor­an, Jakarta, kemarin.

Perundungan, kata Presiden, menimbulkan trauma fisik dan mental bagi korban. Lingkungan anak-anak muda harus dijaga supaya tak ada ruang bagi praktik perundungan.

“Jangan dilakukan, baik di dala­m sekolah maupun di luar sekolah. Kita tidak ingin muncul adanya generasi yang suka kekerasan, suka intimidasi,” tegasnya.

Penyuluhan itu dihadiri 5.500 siswa SD, SMP, dan SMA atas kerja sama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE-KK), Kementerian Pertahanan, Badan Narkotika Nasional, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Polri, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Pada kesempatan itu, Presiden meminta anak-anak berhati-hati dan mewaspadai bahaya narkoba. Pengedar narkoba mengincar para pelajar dengan pelbagai cara yang menggoda.

“Kalau ketemu orang yang tidak dikenal menawarkan sesuatu, misalnya kayak permen, anak-anak harus berhati-hati. Anak-anak harus menolaknya. Apalagi terhadap orang yang tidak dikenal, ini penting sekali,” ujarnya.

Pesan itu disampaikan Presiden Jokowi terkait dengan maraknya penyebaran narkoba yang menyasar anak-anak usia sekolah. Teranyar, terjadi di Palu, Sulawesi Tengah.

Kepada para pelajar, mantan Wali Kota Solo itu meminta anak-anak melapor kepada orangtua atau guru bila ada orang yang tidak dikenal menawari makanan yang mencurigakan.

Indonesia, sambung Jokowi, membutuhkan sumber daya manusia yang unggul untuk maju. “Siapkan diri kalian untuk menghadapi kompetisi global.”

Pada kesempatan itu, Presiden berdialog dengan para siswa. Kepada Rian, siswa SMA Angkasa 2, Presiden memintanya menyebutkan jenis-jenis narkoba. Rian yang bercita-cita menjadi presiden mampu menjawab pertanyaan.

Di samping mengingatkan bahaya narkoba, Kepala Negara juga mengajak anak-anak Indonesia rajin belajar, beribadah, dan berolahraga. “Saya titip, agar di antara kita, anak-anak dengan teman-teman, harus saling menghargai dan saling menghormati meskipun berbeda suku dan agama.”

Ajak dialog
Ketua Bidang III Sosial-Budaya OASE Nora Tristyana Ryamizard Ryacudu menjelaskan kegiatan itu merupakan sinergi program bela negara Kementerian Pertahanan RI dengan program sosialisasi anti­narkoba milik Kepolisian RI.

Tidak hanya itu, kata Nora, kerja sama kegiatan itu juga mengaitkan institusi lain seperti Kemenhan, BNN, Kemendikbud, Polri, pemda, dan lembaga-lembaga terkait kegiatan sosialisasi narkoba.

“Masalah narkoba ada di kerangka besar bela negara, dan bela negara adalah tugas pokok dari Kemenhan sesuai undang-undang sehingga saya pikir ini merupakan sosialisasi yang ideal karena program bela negara mencakup pembangunan character building,” ujar Nora. (H-1)

rudy@mediaindonesia.com

Komentar