Megapolitan

Aji Mumpung, Sampah Depok Menumpuk

Kamis, 12 October 2017 10:05 WIB Penulis: KG/J-1

Suasana semerawut di pasar tradisional Kemiri Muka, Depok, Jawa Barat, Senin (29/2). -- ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

KESADARAN pedagang terhadap pentingnya menjaga kebersihan di sembilan pasar tradisional di Kota Depok sangat rendah. Data Riset Kebersihan Pasar (RKP) Kota Depok 2017 menyebutkan tingkat kesadaran pedagang akan kebersihan hanya 20%.

Bukan hanya rendah, sejumlah pedagang juga didapati kerap berperilaku aji mumpung dengan membawa semua sampah rumah tangga mereka ke pasar untuk dibuang di sana.

Kepala Unit Pelaksana Teknis Pasar Rakyat Cisalak (PRC) Nelson Da Siva Gomes memaparkan, data yang tengah dihimpun RKP menunjukkan sekitar 205 kubik sampah rumah tangga senga-ja dibuang pedagang di sembilan pasar tradisional di Kota Depok.

“Sampah yang dibawa pedagang dari rumahnya untuk kemudian dibuang di pasar tradisional meningkat 184,75% dari sebelumnya 59 kubik atau naik jadi 168 kubik. Itu setiap hari,” ujar Nelson.

Secara rinci, timbunan sampah yang dibawa pedagang di Pasar Rakyat Cisalak naik dari 12 kubik menjadi 60 kubik tiap harinya. Pasar Tugu naik dari 6 kubik menjadi 12 kubik, Pasar Sukatani naik dari 5 kubik menjadi 6 kubik, Pasar Agung naik dari 6 kubik menjadi 8 kubik, dan Pasar Kemiri Muka naik dari 30 kubik menjadi 80 kubik tiap hari. Secara keseluruhan naik sebanyak 184,75%.

Selain itu, sampah yang dibuang di empat pasar tradisional yang dikelola swasta juga meningkat 37 kubik atau naik 85% yang sebelumnya hanya 20 kubik. Empat pasar tradisonal yang dikelola pihak swasta yakni Pasar Musi naik dari 6 kubik menjadi 12 kubik tiap harinya, Pasar Pucung naik dari 5 kubik menjadi 10 kubik, Pasar Reni Jaya naik dari 3 kubik menjadi 5 kubik, dan Pasar Depok Jaya naik dari 6 kubik menjadi 12 kubik tiap hari.

“Di pasar yang dikelola swasta ada kenaikan hingga 85%. Kelicikan dan kecurang-an pedagang macam ini perlu kami ubah perilakunya,” kata Nelson.

Bukan hanya pedagang, pembeli juga kerap kedapatan membawa sampahnya dari rumah dan selanjutnya dibuang di tempat pembuangan sampah sementara (TPS) yang ada di lingkungan pasar tradisional.

Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok tidak henti mengajak masyarakat untuk menjalankan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) yakni membuang sampah di tempat sampah, membedakan tempat pembuangan sampah yang organik dan anorganik sebelum diangkut ke tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di Cipayung, Kota Depok. (KG/J-1)

Komentar