Ekonomi

Wapres JK: Kita Harus Rangsang Kontak Bisnis Inggris-ASEAN

Kamis, 12 October 2017 09:05 WIB Penulis: Irvan Sihombing/Laporan dari London

AFP PHOTO/Benoit Doppagne

WAKIL Presiden Jusuf Kalla menghadiri resepsi peringatan 50 Tahun ASEAN. Acara yang merupakan inisiatif Inggris itu dihadiri sejumlah pejabat penting Inggris seperti Mark Field, Richard Graham, Kevan Watts, serta duta besar dan Komisioner Tinggi dari Negara-Negara ASEAN di London.

Dalam kesempatan itu, Kalla tidak henti-hentinya meyakinkan pejabat pemerintah Inggris dan masyarakat setempat bahwa masih terbuka kesempatan dalam mengembangkan hubungan kerja sama Inggris-ASEAN.

"Kita harus merangsang kontak bisnis dari kedua belah pihak untuk melihat langsung potensi nyata serta modalitas. Ini artinya mengirim lebih banyak lagi misi perdagangan, membuka lebih banyak penerbangan langsung dari kawasan (ASEAN) ke Inggris, meningkatkan hubungan di antara sesama manusia, serta lebih menggencarkan lagi kontak di antara pemerintah kedua belah pihak guna menyukseskan upaya tersebut di atas," urai JK di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (11/10) malam waktu setempat.

Orang nomor dua di Indonesia itu benar-benar berharap negara-negara ASEAN dan Inggris bisa mengapitalisasi setiap upaya guna memastikan bahwa kedua belah pihak memanfaatkan momentum dan membawa kesejahteraan yang lebih besar bagi semua pihak.

Ia optimistis masa depan Inggris-ASEAN akan semakin cerah karena lebih dari 50 tahun kondisi di kawasan Asia Tenggara relatif stabil dan damai. Kondisi itu merupakan prasyarat untuk menyukseskan perekonomian.

"ASEAN telah menjadi kawasan dengan pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat, rata-rata di atas pertumbuhan dunia. Asean sukses menarik US$121 miliar dalam investasi langsung luar negeri (foreign direct investment/FDI)," kata Kalla.

Fakta lainnya Masyarakat Ekonomi ASEAN yang diluncurkan pada 2015 bertekad memperdalam integrasi ekonomi di antara setiap anggota. ASEAN pun ingin memperdalam hubungan dengan 6 partner yang dikenal dengan Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

"ASEAN merupakan kawasan dengan lebih dari 600 juta jiwa penduduk atau 10% dari populasi dunia. Pada 2020, kelompok menengah atas Asean akan mencapai 400 juta populasi," lanjut JK.

Lebih jauh Kalla menyatakan, Inggris berhasil menancapkan kerja sama di bidang perdagangan dengan negara-negara di kawasan Eropa dan sekitarnya. Bahkan sebelum kunjungan mantan Perdana Menteri Inggris David Cameron ke sejumlah negara Asean pada 2015, pedagang asal Inggris telah berdagang dengan orang-orang di kawasan Asia Tenggara.

Indonesia telah memulai perdagangan dengan Inggris sejak abad ke-16 ketika James Lancaster membuat pakta dengan pedagang Aceh, Jawa, dan Sumatra. Dokumen sejarah juga merekam misi perdagangan dipimpin George Finlayson ke Siam atau Thailand pada pertengahan abad ke-19.

"Pada 2015, ASEAN dan Inggris telah berkomitmen memperkuat kerja sama. Saya juga ingin memuji para utusan dagang atas upaya berkesinambungan untuk mempromosikan bisnis ASEAN dan Inggris," ucapnya. (OL-6)

Komentar