Ekonomi

Pertemuan Tahunan IMF-WB: Kesetaraan Gender Jadikan Dunia Lebih Kaya

Kamis, 12 October 2017 08:02 WIB Penulis: Windy Dyah Indriantari/Laporan dari Washington DC

AFP/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS

KESETARAAN gender di seluruh negara akan membuat kekayaan dunia meningkat pesat. Kesempatan yang setara untuk mengakses sumber-sumber ekonomi, fasilitas kesehatan, dan pendidikan meningkatkan kemampuan dunia dalam menghasilkan kejahteraan yang lebih merata dan lebih besar.

"Jika esok, semua orang bangun dalm kondisi kesetaraan antara pria dan wanita, anak laki-laki dan anak perempuan, diterapkan di seluruh negara, dunia lebih kaya US$12 triliun-US$28 triliun atau setara Rp162 kuadriliun-Rp378 kuadriliun," ujar Direktur Senior Bidang Kemiskinan dan Ekuitas Bank Dunia Carolina Sanchez-Paramo ketika membuka diskusi panel bertajuk Pertumbuhan Inklusif dan Meningkatnya Kelas Menengah di Asia Timur, pada pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia, di Washington DC, Amerika Serikat, Rabu (11/10) waktu setempat.

Kesetaraan gender yang yang berlaku di semua negara masih menjadi cita-cita. Carolina menyebut meski beberapa negara telah mewujudkannya, kesetaraan gender masih jauh dari ideal di banyak negara lainnya.

Carolina menekankan sangat penting bagi semua negara untuk berkonsetrasi pada upaya mengatasi kesenjangan. Bukan hanya kesetaraan gender, tetapi juga kesetaraan dalam kesempatan dan akses untuk mendapatkan pekerjaan.

Perhatian terhadap bidang-bidang tersebut kini lebih besar termasuk di Indonesia.

"Indonesia telah menekankan pada hal-hal itu."

Dalam diskusi panel, Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah Indonesia terus berupaya memangkas kesenjangan sekaligus mengentaskan masyarakat dari kemiskinan.

Menurut Sri Mulyani, ada empat faktor yang memengaruhi kesenjangan kesejahteraan. Pertama, peluang, pekerjaan, konsentrasi kekayaan, dan kemampuan keluar dari krisis atau kondisi akibat bencana.

"Dahulu ada istilah KKN, korupsi, kolusi, dan nepotisme. KKN itu yang menciptakan kesenjangan, kesempatan menjadi tidak imbang yang dekat dengan kekuasaan memiliki peluang (menghimpun kesejehtaraan) yang lebih besar," ujar Sri Mulyani.

Oleh karena itu, pemerintah saat ini terus berjuang melenyapkan KKN untuk menghadirkan kesempatan yang sama bagi rakyat.

Di sisi lain, untuk memeratakan kesejahteraan, pemerintah Indonesia giat membangun infrastruktur di berbagai daerah. Sri Mulyani mengatakan paradigma pembangunan Indonesia kini berubah menjadi membangun dari pinggiran, khususnya kawasan perbatasan.

"Karena itu adalah kawasan tedepan wilayah Indonesia." (OL-6)

Komentar