Ekonomi

Ekspor Indonesia Meningkat Signifikan

Kamis, 12 October 2017 05:36 WIB Penulis: Jes/X-5

Presiden Joko Widodo dengan didampingi Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita melihat sepeda dari rangka kayu yang dipamerkan dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2017, di Indonesia Convention Exhibition, Tangerang, Banten, kemarin. -- Setpres

SEPANJANG Januari-Agustus 2017 total ekspor Indonesia mencapai US$108,79 miliar atau naik 17,58% dari periode yang sama tahun lalu, sedangkan ekspor nonmigas dalam delapan bulan terakhir mencapai US$98,76 miliar atau naik 17,73% dari tahun lalu.

Hal itu disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan saat membuka Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Tangerang, Banten, kemarin. “Kita melihat bahwa sekarang sudah ada peningkatan dari perdagangan luar negeri kita. Angka tadi lumayan tinggi naiknya dari periode yang sama tahun lalu,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, hasil tersebut diraih berkat kerja sama yang baik antara swasta, eksportir, dan pemerintah. Di samping itu, pembangunan infrastruktur dan konektivitas yang digenjot pemerintah selama tiga tahun terakhir juga menjadi faktor peningkatan ekspor nasional.

Presiden meminta kualitas produk ekspor dan pengiriman harus terus ditingkatkan. Harus detail melihat spesifikasi produk ekspor yang dipesan, kompetitif dengan produk yang sama negara lain, dan mengurangi hambatan logistiknya.

Kepala negara juga mengingatkan untuk terus membuka pasar ekspor baru sebelum didahului negara lain. “Kawasan Afrika, Eurasia, Timteng, Asia Selatan, termasuk Turki dan Vietnam. Lihat kebutuhan mereka yang belum dipenuhi dan munculkan industri baru kita. Ini harus cepat.”

Pada kesempatan itu Jokowi juga menyebut bahwa percepatan pembangunan yang dilakukan pemerintah juga membuat peringkat Indonesia membaik dalam World Competitiveness Index 2017, dari 41 menjadi 36.

“Momentum ini harus dimaksimalkan sehingga perdagangan Indonesia bisa jadi motor pertumbuhan ekonomi kita. Kunci pertumbuhan ekonomi ada dua, yaitu ekspor dan investasi yang harus naik,” paparnya.

Di tempat yang sama, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, sesuai dengan arahan Presiden, pihaknya mengunjungi Rusia, negara di Afrika, dan Timur Tengah untuk mendorong potensi pasar ekspor Indonesia. Fokusnya tetap pada pasar nontradisional.

“TEI tahun ini, buyer (pembeli) mayoritas dari Nigeria, Arab Saudi, India, Pakistan, dan Bang­ladesh. Ini menunjukkan usaha kita mendekati pasar nontradisional mulai menunjukkan hasil,” papar Enggar. (Jes/X-5)

Komentar