Olahraga

Siap Kucurkan Dana untuk para Atlet

Kamis, 12 October 2017 02:29 WIB Penulis: Nurul Fadillah fadillah@mediaindonesia.com

ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi siap menyalurkan dana untuk memenuhi segala kebutuhan para atlet dan pelatih yang tengah menjalani persiapan menuju Asian Games Jakarta-Palembang 2018. Sebelumnya, kontingen Indonesia gagal memenuhi target dan hanya menempati posisi kelima dengan meraih 35 medali emas dari total target 55 medali emas di multiajang SEA Games Kuala Lumpur 2017.

Penurunan prestasi Indonesia yang terburuk dalam sejarah SEA Games diduga kuat disebabkan sejumlah masalah saat persiapan. Bukan haya masalah pembayaran honor yang lambat untuk para atlet dan ofisial, persoalan dana untuk akomodasi, persediaan suplemen untuk atlet, dan keterlambatan kedatangan peralatan menjadi penyebab utama merosotnya prestasi kontingen Indonesia di SEA Games tahun lalu.

Dengan memetik pengalaman dari SEA Games 2017, Menpora tidak ingin hal serupa kembali terulang dalam proses persiapan Asian Games 2018. Apalagi, sebagai tuan rumah, Indonesia membidik target masuk peringkat 10 besar dengan minimum 20 emas. “Ke depan investasi besar memang sepenuhnya akan diberikan kepada atlet. Sebesar-besarnya dana pemerintah akan diberikan untuk atlet,” kata Imam seusai menghadiri diskusi bersama Asosiasi Olimpian Indonesia (IOA) di Kantor Kemenpora, Jakarta, kemarin.
“Kemudian, selama ini, te-rus terang kami memang belum mengajak semua cabang olahraga untuk melihat secara objektif tentang bagaimana tanggung jawab kita terhadap prestasi,” ujar Imam.

Khawatir berdampak
Jelang persiapan yang tinggal 10 bulan lagi untuk menghadapi Asian Games, dunia ­olahraga nasional justru diterpa pro dan kontra terkait dengan usulan pembubaran Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima). Soal polemik Satlak Prima, Imam mengaku dirinya mengkhawatirkan hal itu dapat memengaruhi persiapan para atlet yang kini tengah berkonsentrasi menghadapi Asian Games tahun depan.

Daripada memusingkan persoalan Satlak Prima, Imam meminta semua pihak lebih mengedepankan kepentingan atlet dan pelatih sebagai garda terdepan perwujudan prestasi olahraga Indonesia dalam perhelatan pesta olahraga terbesar di Asia tersebut. “Perlu saya tegaskan bahwa Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 15 Tahun 2016 tentang Satlak Prima masih tetap berjalan sebelum ada peraturan terbaru. Karenanya, apa pun kondisi ini, tidak boleh mengganggu konsentrasi atlet yang sekarang sudah mulai masuk pelatnas,” tandas Imam.

“Tak boleh secara psikologis kemudian memengaruhi atlet-atlet kita. Tetap konsentrasi untuk fokus dan sekali lagi saya mengajak kepada semuanya biar tidak gaduh, kita tunggu nanti pembahasan tentang perpres itu sendiri,” tambahnya. Secara terpisah, dalam menanggapi rencana keterlibatan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat sebagai pengganti Satlak Prima, Wakil Ketua IV KONI Pusat K Inugroho mengaku pihaknya siap melaksanakannya.

Saat ditemui selepas kegiatan ziarah KONI di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta, kemarin, Inugroho mengatakan KONI akan melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi yang dibebankan ke mereka di dalam UU Sistem Keolahragaan Nasional. “KONI pada dasarnya sudah punya infrastruktur sehingga itu memang tupoksi (tugas, pokok, dan fungsi) kita. Andaikan itu diberikan ke KONI, ya, tentu saja kita siap,” ujar Inugroho. (Rul/R-4)

Komentar