Olahraga

Menpora: Satlak Prima masih Bekerja sebelum Perpres 15/2016 Diganti

Rabu, 11 October 2017 20:28 WIB Penulis: Antara

ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

MENTERI Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menegaskan Satuan Pelaksana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) masih bekerja sebelum ada peraturan terbaru yang menggantikan Peraturan Presiden Nomor 15 Tahun 2016 tentang Program Indonesia Emas (Prima).

"Perpres No 15/2016 tentang Prima masih berjalan sebelum ada peraturan terbaru. Apa pun kondisi saat ini, konsentrasi atlet yang sudah mulai pemusatan pelatihan nasional tidak boleh terganggu," ujar Menpora selepas menemui Asosiasi Olimpian Indonesia (IOA) di Jakarta, Rabu (11/10).

Menpora mengaku belum mengajak semua pimpinan pengurus cabang olahraga untuk membahas rencana pemerintah terkait penghapusan Satlak Prima sebagai unit kerja di bawah Kementerian Pemuda dan Olahraga itu.

"Menpora sebagai komandan harus bekerja sama dengan pimpinan cabang olahraga. Bagaimana pun tanggung jawab kami adalah prestasi," katanya.

Imam mengatakan, rencana pemerintah untuk memangkas birokrasi pembinaan atlet-atlet pelatnas dengan penghapusan Satlak Prima semestinya tidak memengaruhi kondisi psikologis para atlet untuk tetap fokus dengan program pelatihan jelang Asian Games 2018.

"Saya juga sempat mendengar pendapat dari atlet-atlet olimpian kita. Investasi besar dana pemerintah harus sepenuhnya kepada atlet," ujarnya.

IOA berharap kepada pemerintah dalam hal ini Kemenpora menunda pembubaran Satlak Prima hingga pelaksanaan Asian Games 2018 berakhir mengingat bakal berdampak besar pada persiapan atlet.

Sementara, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat menyatakan kesiapan mereka untuk memfasilitasi pengalihan tugas pembinaan atlet-atlet pemusatan pelatihan nasional menyusul rencana pemerintah untuk menghapuskan Satlak Prima.

"KONI sudah punya infrastruktur seperti bidang pembinaan prestasi maupun bidang sport science selain bidang-bidang lain. KONI siap melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi yang dibebankan kepada kita berdasarkan undang-undang," kata Wakil Ketua IV KONI Pusat, K Inugroho.

Sebelumnya pada Senin (9/10), Kemenpora mengakui rencana penghapusan Satlak Prima menyusul upaya pemerintah untuk memangkas jalur birokrasi pembinaan atlet-atlet nasional.

"Memang ada rencana dari pemerintah, jadi bukan hanya Kemenpora, untuk melakukan peninjauan ulang tentang keberadaan Satlak Prima," kata Sekretaris Menpora, Gatot S Dewa Broto.

Gatot menjelaskan keberadaan Satlak Prima akan digantikan oleh institusi lain untuk optimalisasi bantuan langsung kepada cabang-cabang olahraga seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). (OL-2)

Komentar