Olahraga

Indonesia Terus Matangkan Strategi

Rabu, 11 October 2017 19:56 WIB Penulis: Nurul Fadillah

ANTARA FOTO/Feny Selly

BABAK perempat final akan menjadi fase berat bagi tim junior Indonesia di Kejuaraan Dunia Bulutangkis Junior 2017.

Pasalnya, pada babak delapan besar yang berlangsung Kamis (12/10), tim tuan rumah akan berhadapan dengan Tiongkok, yang merupakan salah satu tim tertangguh di turnamen tersebut.

Manajer tim junior Indonesia Susy Susanti mengatakan, tim pelatih pun sudah mulai mempersiapkan strategi pertandingan di lapangan guna mengatasi perlawanan Tiongkok.

"Kami tengah mempertimbangkan sektor mana yang lebih berpeluang besar dalam menyumbangkan poin-poin kemenangan bagi Indonesia. Contohnya kalau lawan Tiongkok, kelima sektor harus siap. Tetapi kita juga harus melihat di sektor mana yang peluangnya lebih besar, maka di situ kita ambil," ujar Susy.

Selain itu, Susy memastikan para atlet dalam kondisi siap bertanding untuk menghadapi Tiongkok. Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PB PBSI tersebut mengingatkan anak-anak asuhannya senantiasa waspada terhadap lawan. Sebab Tiongkok adalah lawan tangguh dan sulit ditaklukkan.

“Kondisi atlet sejauh ini baik-baik saja. Mudah-mudahan kondisi mereka tetap prima. Siapapun yang diturunkan besok itu yang terbaik, menurut kebutuhan dan kecocokan head to head dengan lawan. Kami akan terus melihat dan memantau dari lawan-lawan yang akan dihadapi,” tambah Susy.

Indonesia merebut tiket delapan besar pascamenangan telak 3-0 dari Spanyol di laga play off grup H. Poin pertama disumbangkan tim ganda putra Adnan Maulana/Muhammad Shohibul Fikti yang menang dari Jose Molares/Alvaro Vazkuez dengan skor 21-12, dan 21-14.

Selanjutnya, giliran sektor tunggal putri yang menggandakan keunggulan bagi Indonesia. Adalah Aurum Oktavia Winata yang sukses menaklukkan Sara Penalaver Pereira dengan skor 21-12, dan 21-17.

Poin terakhir disumbangkan tunggal putra Gatjra Piliang Fiqihilahi Cupu, yang mengalahkan Alex Alcala Dominguez 21-13 dan 21-11.

Melihat hasil tersebut, Susy menambahkan, terjadi peningkatan kualitas pada permainan para atlet muda Indonesia.

“Secara kekuatan, Spanyol memang sedikit lebih baik dibanding dua tim sebelumnya. Itu bisa dilihat dari tunggal putri dan putra Spanyol yang memberikan perlawanan. Tapi intinya atlet Indonesia sudah tampil lebih baik dan lebih baik lagi. Mudah-mudahan untuk besok kami bisa memberikan prestasi yang terbaik untuk Indonesia,” pungkasnya. (OL-4)

Komentar