Olahraga

Mogok, sekadar Memancing

Rabu, 11 October 2017 01:16 WIB Penulis: Nurul Fadillah fadillah@mediaindonesia.com

ANTARA FOTO/Wahyu Putro A

LIGA 1 sebagai kompetisi sepak bola ter-tinggi di Indonesia bakal terus bergulir hingga selesai, kendati sempat ada acaman mogok dari mayoritas klub. Hal itu ditegaskan Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi, Selasa (10/10), setelah PSSI menggelar pertemuan dengan 18 klub anggota Liga 1, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai operator Liga 1. Pada pertemuan itu hadir petinggi LIB, perwakilan klub, dan petinggi PSSI termasuk Edy Rahmayadi.

“Ada miskomunikasi seolah-olah (LIB) kurang transparan. Yang dikhawatirkan, Liga 1 ini kan tinggal satu bulan dan setelah itu bulan Februari (2018) akan dibuka kembali. Ini diminta untuk ada perbaikan-perbaikan di sana,” jelas Edy. Ancaman mogok sempat terlontar dari 15 klub yang mengatasnamakan Forum Klub Sepak Bola Profesional Indonesia (FKSPI), kecuali Persib Bandung, PS TNI, dan Bali United, yang menuntut kejelasan aspek bisnis, legal, dan teknis kepada PT LIB sebagai operator Liga 1.

Menurut 15 klub FKSPI, tuntutan terkait aspek bisnis ke LIB ialah transparansi sumber dana, jumlah sponsor, hak siar, pelaksanaan siaran langsung pertandingan, formulasi peringkat, dan biaya rating televisi, pilihan waktu pertandingan, serta penggunaan anggaran. Di aspek legal, hal-hal yang dituntut ialah posisi hubung-an LIB dengan klub, kejelasan perjanjian hak dan kewajiban LIB dan klub, serta hak gaji pemain yang dipanggil timnas yang sekarang belum terealisasi.

Terkait masalah teknis, antara lain regulasi penggunaan pemain U-23 yang kerap berubah tanpa koordinasi. Demikian pula mengenai tolok ukur penggunaan wasit asing. Setelah pertemuan PT LIB dengan setiap klub, lanjut Edy, persoalannya ialah tidak ada komunikasi yang baik dan ada kesalahpahaman. “Sudah clear. Yang tadinya bilang mau mogok itu cuma mancing-mancing,” imbuh Edy, yang juga Pangkostrad itu. Di sisi lain, mayoritas dari 15 perwakilan klub yang hadir menolak untuk berkomentar terkait ancaman yang sempat dilayangkan lewat FKSPI beberapa waktu lalu. Edy mengindikasikan bahwa pertemuan berjalan kondusif.

Kontrak baru
Di bagian lain, PSSI memastikan masa bakti Indra Sjafri sebagai pelatih timnas Indonesia U-19 diperpanjang. Mantan pelatih Bali United itu bakal menukangi Egy Maulana Vikri dan kawan-kawan hingga akhir 2018 mendatang. Kontrak Indra Sjafri bakal berakhir, Desember tahun ini. Akan tetapi, Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono, kemarin, menuturkan akan memperpanjang kontrak Indra. Rencananya, dalam waktu dekat ini PSSI bakal melakukan pertemuan dan memperpanjang kerja sama dengan Indra Sjafri.
Perpanjangan kontrak Indra berlandaskan penampilan timnas Indonesia U-19. Kendati gagal mencapai target juara Piala AFF U-18, PSSI menilai Indra berhasil membangun tim Garuda Nusantara secara baik.

“Masih ada tugas coach Indra tahun depan bersama timnas Indonesia U-19 di Piala Asia U-19. Jadi, kami akan perpanjang kontraknya sampai Desember tahun depan,” ucap Jokodri, sapaan akrab Joko Driyono. “Secepatnya kami sodorkan kontrak baru untuk beliau sekalian kami ingin tahu pemaparan program kerja buat timnas Indonesia U-19,” tambahnya. Saat ini timnas Indonesia U-19 sedang mempersiapkan diri untuk mengikuti kualifikasi Piala Asia U-19. Dijadwalkan Egy Maulana Vikri dkk mulai berlaga pada akhir bulan ini. (Goal/R-1)

Komentar