Advertorial

TNI Berperan Besar dalam Pembangunan Bangsa

Senin, 9 October 2017 21:45 WIB Penulis: MI

Ist

PRESIDEN Joko Widodo pada HUT ke-72 TNI menilai kinerja TNI sudah bagus dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). TNI berhasil membuat pihak yang ingin mengganggu keutuhan bangsa mundur.

Presiden yang juga Panglima Tertinggi TNI mengingatkan seluruh prajurit TNI untuk menerapkan Sapta Marga dalam menjalankan tugas. Sapta Marga merupakan bagian dan komitmen TNI yang harus terus dijalankan.

Banyak hal yang sudah ditingkatkan TNI untuk urusan negara. TNI terus membangun sarana dan prasarana untuk mendukung pertahanan negara di pulau-pulau strategis. Pulau strategis yang menjadi fokus pembangunan sarana dan prasarana TNI ialah Natuna, Yamdena, dan Selaru di Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Maluku, serta Morotai dan Biak di Kabupaten Merauke, Papua.

Menurut Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, pulau terluar merupakan salah satu bentuk kebijakan pembangunan kekuatan TNI yang dijadikan pedoman untuk mendukung pelaksanaan tugas pokok dan peran sebagai alat pertahanan negara. "Pembangunan kekuatan TNI terus dilaksanakan, difokuskan pada modernisasi alutsista, pembangunan organisasi, dan pembangunan sarana dan prasarana," ujarnya.

Pembangunan pulau terluar juga bertujuan menghidupkan perekonomian di daerah-daerah tersebut. Menurutnya, pembangunan dilakukan disesuaikan dengan dinamika perkembangan lingkungan strategis dan ketersediaan anggaran.

Jenderal Gatot juga mengatakan Indonesia akan terus menghadirkan TNI dalam penyelesaian konflik internasional di bawah bendera PBB.
Selama masa pemerintahan Joko Widodo, Indonesia telah mengirim 2.800 personel TNI yang menjadi target pemerintah hingga 2019.

Personel TNI dan Polri dikirim untuk 10 misi pemeliharaan perdamaian PBB, di antaranya misi Unifil di Lebanon dan dinamit di Darfur (Sudan). Pencapaian lain prajurit TNI, pasukan Kopaska berhasil membebaskan sandera ABK Kapal MV Sinar Kudus.

TNI juga terlibat dalam penyaluran bantuan kemanusiaan untuk para pengungsi Rohingya yang ada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
Menurut Gatot, dalam pelaksanaan tugas luar negeri, prajurit TNI yang bergabung dalam pasukan perdamaian PBB berhasil karena dapat berbaur dan diterima masyarakat setempat.

"Hal ini menandakan prajurit TNI selalu mendapat hati di lingkungan masyarakat karena selalu menjunjung tinggi kearifan lokal setempat," ujarnya.

Kerja sama TNI
Selain itu, TNI terlibat dalam pembangunan infrastruktur. Seperti yang dilakukan Kodim 0619 Purwakarta bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta mewujudkan harapan rakyat berupa pembangunan infrastruktur jalan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).

Hal itu bertujuan memecahkan masalah mobilitas sehari-hari masyarakat di Kecamatan Cibatu dan Kecamatan Kiarapedes, yang terhambat karena infrastruktur membuat mereka harus berputar lebih jauh.

Jalur baru yang menghubungkan Desa Margaluyu, Kiarapedes, dengan Desa Wanawali, Cibatu, Purwakarta tersebut dikerjakan para TNI bekerja sama dengan masyarakat setempat yang menghabiskan dana sekitar Rp11 miliar. "Ini sinergi masyarakat, pemerintah dan TNI dalam Program TMMD. Ini beton terbaik yang kita gunakan, bahkan bisa dilalui tank tempur.

Sampai sekarang baru selesai 40%, sebentar lagi rampung," Kata Dandim 0619 Purwakarta, Letnan Kolonel (Inf) Arie Maulana, Kamis (5/10).

Peran TNI dalam memperkuat keamanan sangat terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Seperti diakui Gubernur Provinsi Bangka Belitung (Babel) Erzaldi Rosman Djohan, semakin kuat hubungan kerja sama dengan TNI dan Polri, keamanan untuk berinvestasi ke depannya akan semakin terwujud.

"Kita patut bersyukur hingga saat ini, hubungan kita dengan TNI bahkan Polri cukup baik, ini akan terus kita jaga sehingga ke depannya semakin terwujud keamanan yang baik," kata Erzaldi.

Untuk itu, dirinya yakin hubungan baik antara instansi dan TNI ini akan mampu menjaga keamanan iklim investasi di Babel. Sebab, menurut Erzaldi, seluruh investor yang akan berinvestasi tentu ingin daerah tersebut aman. Jika tidak, sudah dipastikan investor tidak akan berinvestasi. "Saya yakin di Babel ini aman, ini semua berkat TNI dan Polri," ujarnya. (Fik/S1-25)

Komentar