Ekonomi

Kereta Api Semicepat Mulai Dibangun 2018

Senin, 9 October 2017 10:47 WIB Penulis: Fetry Wuryasti

ANTARA/Risky Andrianto

MENTERI Perhubungan Budi Karya Sumadi menyampaikan proyek kereta api (KA) semicepat Jakarta-Surabaya sudah bisa dimulai tahun depan dengan target awal Jakarta-Semarang selama dua tahun.

“Hasil diskusi terakhir dengan Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla, KA semicepat Jakarta-Surabaya ini nantinya akan menggunakan jalur existing dan bisa dimulai 2018,” katanya kepada pers di Bandara Trunojoyo, Sumenep, Jawa Timur, kemarin.

Menhub hadir dalam rombongan Presiden Joko Widodo saat melakukan kunjungan kerja ke Sumenep dengan sejumlah agenda, termasuk singgah di Bandara Trunojoyo.

Saat ini, kata Menhub, perkembangan proyek KA semicepat Jakarta-Surabaya sedang dilakukan studi oleh tim dari Jepang. Tim dari Jepang tersebut dilaporkan akan menuntaskannya pada akhir November tahun ini.

Ia menjelaskan ada beberapa pertimbangan sehingga KA semicepat Jakarta-Surabaya menggunakan jalur yang sudah ada, yakni waktu lebih cepat, biaya murah, dan menyelesaikan banyak hal.

“Lebih cepat karena pembebasan ta-nahnya menjadi lebih sedikit, murah karena kita tidak banyak mengganti fungsi-fungsi rel, jadi rel yang ada bisa dipakai, serta menyelesaikan banyak hal, terutama menyelesaikan 800 pelintasan sebidang yang ada di Surabaya-Jakarta,” ungkapnya.

Pekerjaan lintas sebidang itu, kata dia, sudah bisa dimulai awal 2018. “Prediksi kami untuk Jakarta-Semarang bisa dalam dua tahun, termasuk elektrifikasi di jalur rel ganda yang sudah ada. Kemudian, Semarang-Surabaya dua tahun berikutnya.” katanya.

Menhub menambahkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat khusus untuk pekerjaan lintas sebidang kereta api baik berupa jalan bawah jembatan (underpass) atau jalan layang di atas jembatan (flyover).

“Kami akan sharing dengan Kementerian PU-Pera untuk urusan lintas sebidang ini karena PU-Pera juga berkepentingan,” katanya.

Terkait dengan titik lintas sebidang ini, kata Budi, nanti penetapannya akan dilaporkan kepada Presiden Jokowi. “Perkiraan awal untuk per lintas sebidang Rp25 miliar atau sekitar Rp20 triliun untuk 800 lintas sebidang Jakarta-Surabaya dengan lama pembangunan bisa dicicil hingga lima tahun atau lebih,” kata Menhub.

Di sisi lain, Budi menyebutkan elektrifikasi juga jadi hal yang harus dilakukan terkait dengan pembangunan KA semicepat Jakarta-Surabaya. “Dengan elektrifikasi banyak keuntungan yang kita dapat, industri nasional akan tumbuh, biaya maintenance-nya akan lebih murah, serta eco friendly,” sebutnya.

Lima jam
Menhub menegaskan KA semicepat untuk Jakarta-Surabaya tersebut akan ditempuh dalam waktu 5 jam dengan kecepatan minimal 140 km/jam. “Untuk sementara, Jepang baru sanggupnya maksimum 120 km/jam,” katanya.

Ia menyebutkan untuk perkiraan investasi pada proyek itu sekitar Rp60 triliun, termasuk sekitar Rp20 triliun untuk 800 lintas sebidang kereta api Jakarta-Surabaya.

“Ini (investasi) ada penurunan dari sebelumnya Rp80 triliun, salah satunya disebabkan oleh penggunaan jalur lintasan existing,” katanya.

Menhub pun berharap dengan pembangunan KA semicepat Jakarta-Surabaya masyarakat yang awalnya menggunakan pesawat akan beralih ke kereta api sehingga akan lebih menghemat biaya perjalanan masyarakat. (Ant/E-3)

fetry@mediaindonesia.com

Komentar