Otomotif

Performa Elig Brake Terbukti di Lintasan

Sabtu, 7 October 2017 13:03 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi

Ist

PERFORMA rem Elig Brake diakui pembalap nasional Elig Racing Team, Muhammad Ichsan, terbukti ampuh di lintasan balap. Hal itu dibuktikan saat pembalap Elig Racing Team tersebut merebut podium utama seri 5 Kejuaraan Touring Indonesia Sentul Series of Motorsport (ISSOM) 2017 di Sirkuti Sentul, Bogor, Jawa Barat, 24 September 2017 lalu.

Pembalap yang akrab disapa Ichan itu mampu merebut podium utama walau harus memulai lomba dari posisi 17. Strateginya ialah lebih lama melakukan pengereman (late braking). Saat itu lah performa Elig Brake, menurut dia, memberikan kontribusi maksimal bagi performanya.

"Saya sendiri mendapat kesempatan langsung untuk membuktikan performa Elig Brake di lintasan dan terbukti sangat mumpuni dan konsisten di sepanjang balapan bahkan untuk suhu dan temperatur panas di Indonesia, rem Elig tetap bekerja maksimal. Ini yang membedakan produk Elig dengan merek kampas rem lainnya. Saya merasa tidak percaya start dari urutan 17 dan berakhir di podium pertama," ujar Ichan.

Dalam balapan, late braking merupakan salah satu trik yang sering digunakan banyak pembalap untuk melakukan overtake, perpaduan antara titik pengereman dan momen atau timing yang tepat dan sangat membutuhkan peranan rem sebagai faktor utama. Jika kualitas rem tidak mumpuni, mustahil hasil trik ini dilakukan di sepanjang balapan.

Hal yang paling membedakan produk Elig dengan merek lain, salah satunya ialah material produk Elig yang berbahan ceramic organic dan sinter organic. Dari profil produk yang dirilis oleh Elig, bahan ceramic organic dan sinter organic dengan struktur partikel jauh lebih halus jika dibandingkan dengan bahan keramik biasa dan juga bahan sintered pada umumnya, data ini membuat kampas rem Elig di atas level OEM bahkan untuk tipe standar, begitu pula dengan produk rem untuk kendaraan roda dua.

"Material OEM adalah bahan organik dan rata-rata barang aftermarket dipasaran umunya keramik, Elig beda sendiri di pasaran karena bahan hybrid dari keduanya, yaitu bahan ceramic organic dengan formulasi EFT (Elig Friction Technology) yang lahir dari penggabungan tiga negara antara lain Jepang, AS, dan Taiwan," jelas Christopher Pattuwo, saat dimintai konfirmasi mengenai perbedaan Elig dengan merek lain, Sabtu (7/10). (RO/OL-2)

Komentar