MI Muda

Menuju Generasi Pencipta Konten Digital

Ahad, 8 October 2017 01:46 WIB Penulis: Suryani Wandari

DOK SAMSUNG ELECTRONICS INDONESIA

SEBUAH ruangan kelas bernuansa putih itu terlihat berbeda. Di setiap mejanya terdapat ponsel pintar berlayar agak besar lengkap dengan keyboard-nya. Begitulah suasana Rabu (4/10), di SMA Negeri Unggulan MH Thamrin, Jakarta Timur. Sekitar 20 siswa tampak asyik memainkan alat ini menggunakan pen khusus layar sentuh.

Kegiatan yang mereka lakukan berada merupakan wujud Samsung Smart Learning Class (SSLC), hasil kolaborasi perusahaan elektronik tersebut bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan SMA Negeri Unggulan MH Thamrin untuk menyediakan program keterampilan coding atau bahasa pemrograman. "Samsung berkomitmen memanfaatkan teknologi yang dimiliki untuk membangun generasi muda yang memiliki daya saing tinggi. Dengan SSLC, para murid dapat mengikuti kelas coding selama satu tahun, sehingga membuka peluang baru untuk masa depan mereka," kata Kang-hyun Lee, Corporate Affairs Vice President Samsung Electronics Indonesia, seusai peluncuran SLCC.

Kang-hyun Lee menyadari tren digital saat ini membuat keterampilan coding akan semakin dibutuhkan di berbagai industri. Terlebih, perkembangan kecanggihan teknologi telah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan sehari-hari.

Biro Statistik Tenaga Kerja-Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat menyatakan pada 2024 di Amerika Serikat, pekerjaan yang berkaitan langsung dengan developer software dan aplikasi diperkirakan meningkat sekitar 18,8%. Sementara itu, jumlah analisis sistem komputer akan meningkat 20,9%.

Tak hanya itu, data Burning Glass, sebuah sektor perusahaan analisis pasar kerja, menemukan sebanyak 7 juta lowongan pekerjaan pada 2015 di Amerika Serikat membutuhkan keterampilan coding. Bahkan pekerjaan pemrograman keseluruhan tumbuh 12% lebih cepat daripada rata-rata pasar.

Data tersebut tentunya menguatkan ilmu dasar coding menjadi bekal kemampuan yang sangat menguntungkan bagi para siswa dan tak terbatas hanya untuk mereka yang ingin bekerja sebagai computer programmer. "Kami sangat senang bisa bekerja sama dengan Samsung sehingga SMA ini menjadi sekolah pertama yang memiliki SSLC di Indonesia dan mendapatkan pelatihan dari Ikatan Guru Indonesia tak hanya siswa namun juga para guru," kata Warnoto, Kepala Sekolah SMA Negeri Unggulan MH Thamrin.

Lebih jauh lagi, pelatihan ini diterapkan dalam pembelajaran yang efektif dan efisien sehingga meningkatkan prestasi siswa baik akademis maupun nonakademis. Sebagaimana SMA ini terhitung aktif mengikuti berbagai olimpiade matematika, sains dan robotik di dalam maupun luar negeri.

Melatih logika

Jika saat ini kebanyakan pelajar hanya mengonsumsi konten digital, padahal untuk kebutuhan masa depan diperlukan generasi pencipta konten digital. Untuk mewujudkan visi itu, di SMA ini disediakan fasilitas pendukung belajar coding dengan 25 Samsung Galaxy Tab A with S-Pen, Dua Smart TV, pelatihan literasi digital untuk guru dan pelatihan coding untuk siswa dan guru dengan pengajar dari Coding Indonesia selama dua minggu sekali untuk periode satu tahun. Dalam masing-masing Tab pun difasilitasi Smart Library dengan aplikasi dari i-Jakarta dengan harapan dapat meningkatkan kecintaan minat baca.

Kelas coding SSLC ini sementara hadir sebagai ekstrakurikuler saja, belum menjadi kurikulum karena alat yang terbatas. Meskipun begitu pengajaran dasar mengenai coding ini sudah sangat dirasakan para siswa. "Sebelumnya saya sudah belajar coding secara otodidak, menurut saya belajar coding berarti melatih logika dan ketelitian juga. Jadi bagus sekali jika kita belajar sejak dini," kata Alvinaldy, kelas 10.

Selain itu, belajar coding diyakini dapat meningkatkan soft skill seperti kemampuan berpikir yang struktur, analisis yang lebih sistematis dan inovasi yang berorientasi pada solusi. Di kelas coding ini diajarkan pula pemahaman cara kerja software dan memberikan pelajaran dasar-dasar pembuatan software.

"Industri memerlukan orang-orang yang dapat beradaptasi dengan cepat, serta dapat mencari jalan keluar dari berbagai masalah yang mana teknologi sangat membantu. Kami berharap sekolah lain juga ikut mengoptimalkan teknologi untuk kemajuan pendidikan anak bangsa, sehingga kualitas sumber daya manusia Indonesia sesuai dengan perkembangan jaman dan kebutuhan industri," ujar Kang-hyun. (M-3)

========================================

Alvinaldy

Kelas 10

Aku memang tertarik dengan coding karena sekarang kan zaman sudah berubah ke era digital, kita pun harus mengikuti perubahan itu. Caranya belajar coding mulai sejak dini karena bisa melatih logika juga.

======

Danesh Faeyza

Kelas 11

Kami yang awam dengan coding melihat kelas SSLC itu bagus, apalagi perkembangan digital sangat cepat dan pastinya berguna untuk nanti

=======

Alim Rafif

kelas 11

Menurutku belajar coding itu sudah sangat penting ya. Selama ini saya belajar hanya pada pelajaran komputer setiap sabtu.

========

Nurmalita Hartiana K W

Kelas 10

Kami sudah belajar coding di SSLC sudah 2 bulan. Coding memang perlu ketelitian, tapi kemarin yang dipakai untuk buat animasi itu sudah pakai software yang lebih sederhana kok, jadi nggak susah banget.

Komentar