Film

Film Horor Indonesia Terbaik Saat Ini

Sabtu, 7 October 2017 23:16 WIB Penulis: Rizky Noor Alam

DOK. FILM PENGABDI SETAN

GENERASI 1980-an tentunya akrab dengan film yang berjudul Pengabdi Setan yang dirilis pada 1981. Film horor lawas tersebut pun lahir kembali yang dikemas dengan ciamik oleh sutradaranya, Joko Anwar.

Versi teranyar film itu secara garis besar sama dengan yang pertama, yakni keluarga yang pernah kaya, tetapi jauh dari agama. Cerita pun dimulai dengan masalah finansial yang menerpa keluarga tersebut. Rini (Tara Basro) sebagai kakak tertua kehabisan uang untuk biaya pengobatan sakit sang ibu (Ayu Laksmi). Penyakit yang diderita ibunya selama 3 tahun terakhir tersebut sudah parah. Ibunya sudah tidak mampu lagi untuk bangun dari tempat tidur, bahkan untuk beraktivitas pun, ia meminta bantuan dengan membunyikan lonceng.

Beragam cara dilakukan Rini untuk mendapatkan uang, misalnya, dengan memaksa adik Rini yang bernama Toni (Endy Arfian) harus menjual sepeda motor miliknya. Sang ayah (Bront Palarae) pun harus berhemat dan sesekali bekerja ke luar kota karena harus tetap membiayai keempat anaknya.
Upaya-upaya yang dilakukan keluarga tersebut untuk menyembuhkan sang ibu pun gagal. Sebelum ibu meninggal, Rini sempat melihat ibunya mampu berdiri menatap ke luar jendela kamarnya di lantai dua, kemudian jatuh dan meninggal.

Sepeninggal sang ibu, kejadian-kejadian aneh pun mulai menghantui rumah tersebut. Teror sebuah sosok yang menyerupai ibu mereka pun sering muncul. Parahnya, sang ayah harus bertugas ke luar kota dan meninggalkan keempat anaknya di rumah. Setelah ayah mereka pergi tugas keluar kota, Rini, dan ketiga adiknya, serta neneknya secara intens melihat penampakan hantu yang menyerupai ibu mereka. Bahkan, sang nenek pun sampai meninggal karena frustrasi menghadapi teror yang dihadapi keluarga itu.

Teror demi teror pun berdatangan silih berganti. Untuk mengungkap kejadian-kejadian yang penuh misteri tersebut, Rini bahkan harus meminta bantuan kiai di kampungnya dan paranormal sekaligus teman almarhumah neneknya di kota.

Satu hal yang selalu menjadi pertanyaan Rini ialah mengapa roh ibunya menghantui keluarganya.

Dalam hal itu Joko Anwar dalam menggarap film ikonis di era 1980-an bisa dibilang sukses. Banyak orang yang membandingkan film karyanya dengan versi orisinalnya karena versi orisinal sempat dianggap sebagai salah satu film horor Indonesia terseram pada masanya.

Tak melulu tegang

Joko Anwar pun terlihat sukses dalam memanfaatkan teknologi sineas masa kini karena dengan banyaknya teknologi perfilman yang canggih, kualitas make up artis yang lebih baik maupun beragam referensi film sejenis yang menjamur membuatnya mampu mengemas film ini lebih apik daripada versi orisinal.

Penonton pun tidak melulu disuguhi ketegangan khas film horor, terkadang disuguhi pula cerita-cerita jenaka khas keluarga serta rasa kasih sayang antarmereka.

Atmosfer horor Pengabdi Setan 2017 ini didukung sinematografi dan penataan suara yang baik. Latar waktu 1980-an yang diambil pun mampu dipresentasikan dengan baik lewat arsitektur rumah yang digunakan, peralatan makan, model pakaian yang dikenakan, bahkan sampai mobil dan motor yang dipakai.

Sumber ketakutan bukan hanya dari unsur jumpscare, melainkan juga dari ekspresi para pemain yang total dan suara mencekam yang datang dari denting lonceng menjadi penanda bahwa roh ibu sedang berkeliaran di rumah. Porsi kemunculan para hantu juga pas, tidak kurang atau berlebihan.

Plot twist yang dimainkan dalam film berdurasi 107 menit itu pun sukses membuat apa yang sudah diperkirakan sebagian besar penonton terhadap aktor jahatnya justru tidak benar.

Namun, kisah akhir dalam film tersebut agak bergeser dari tradisi keimanan yang menekankan kekuatan Ilahi mengalahkan iblis. Sementara dalam Pengabdi Setan sosok kiai dan putranya sebagai simbol orang beriman yang taat kepada Tuhan ditampilkan tidak berdaya untuk membantu mereka, bahkan mati dicekik hantu. Begitu juga saat Rini salat berdoa, hantu muncul malah mengganggu Rini secara terang-terangan. Yang menyelamatkan Rini dan anggota keluarganya justru penulis.

Bagi penyuka film horor yang tidak pernah absen menonton film-film terbaru, mungkin akan merasakan adanya kemiripan dengan horor Jepang Sadako saat melihat munculnya mahluk berambut panjang dari dalam sumur. Atau lonceng di film terbaru Annabelle.

Namun, secara keseluruhan film itu mampu mempresentasikan ulang dengan lebih baik film aslinya. Filmnya menghibur dan ceritanya sedikit berbeda dari aslinya, bahkan film ini pantas untuk menyabet gelar sebagai film horor Indonesia terbaik saat ini. (X-7)

Komentar