Film

Upaya Manusia Bertahan Hidup Hadapi Invasi Alien ke Bumi

Sabtu, 7 October 2017 23:01 WIB Penulis: FD/X-7

DOK. FILM BEYOND SKYLINE

FILM tentang alien sebenarnya bukan hal baru, apalagi kerap memadukan unsur aksi, horor, dan fiksi sains. Pada November 2017 ini, para penggemar film bertemakan alien akan menikmati film baru Beyond Skyline.

Di film hasil produksi XYZ Film itu aktor asal Indonesia Iko Uwais kembali ambil bagian. Ia akan beradu akting dengan sosok bintang Hollywood Frank Anthony Grillo. Untuk ke sekian kalinya, Iko kembali disandingkan dengan Yayan Ruhian, seperti film sebelumnya, Merantau, The Raid I, II, hingga Star Wars: The Force Awakens.

Beyond Skyline merupakan sekuel film sebelumnya, yaitu Skyline (2010) milik Colin, Greg Strause, dan Liam O’Donnell sang produser sekaligus ikut menulis naskah di film sekuel pertama. Selain menjadi penulis, Liam O’Donnell langsung turun tangan menyutradarai sekuel keduanya.

Pada sekuel pertama, kritikus menilai Skyline buruk dan mengecewakan tidak hanya dalam cerita, tetapi juga efek yang ditampilkan. Meski diproduksi dengan bujet US$10 juta, Skyline hanya meraup pendapatan US$66 juta. Jumlah itu dinilai cukup untuk menggarap sekuel keduanya, Beyond Skyline.

Digarap sejak tiga tahun lalu, Beyond Skyline akan tayang pada November tahun ini. Dari trailer-nya saja, menurut kritikus film, Beyond Skyline yang berbujet rendah itu sudah mampu mencuri perhatian. Slash Film menyebutnya very good low-budget science fiction movie. Itu tidak terlepas dari efek gambar menakjubkan. Peperangan melawan monster menggunakan senjata berat terlihat sangat nyata.

Kisah Beyond Skyline diawali adegan tokoh Mark (Frank Grillo) yang mengalami kecelakaan saat menumpangi kereta bawah tanah. Instingnya menduga telah terjadi sesuatu di luar kebiasaan, apalagi dikejutkan dengan kemunculan pesawat angkasa luar dan mulai menyedot manusia-manusia di bawahnya. Keadaan bumi seketika menjadi riuh dan kacau-balau. Puncaknya, anak Mark ikut tersedot objek yang menggantung di langit.

Sebelum menjadi bintang utama dalam film itu, sebagai seorang detektif, penampilan Frank Grillo dapat disaksikan lewat peran kecilnya di seri Captain America sebagai Crossbones atau Big Sky sebagai Jesse.

Dalam film itu, Mark mulai mencari cara untuk mengejar kawanan alien itu. Ia mencoba menyelamatkan putranya yang tertangkap dan diculik para alien. Perjalanan Mark mencari dan berusaha menyelamatkan anaknya, membawa Mark hingga ke sebuah kawasan asing, tempat para pejuang melawan alien berada.

Beradu teknologi

Dalam perjalanannya, Mark dipertemukan dengan Sua (Iko Uwais). Mereka bekerja sama untuk menghancurkan makhluk asing satu per satu, mengejarnya hingga Candi Prambanan dan memanfaatkan roket penghancur.

Sua ialah pemimpin para pejuang tersebut yang akan membantu Mark menemukan putranya. Aksi laga melawan para alien semakin mene­gangkan, tatkala mereka beradu senjata dan teknologi satu sama lainnya.

Intinya, secara keseluruhan kisah kedua sekuel film ini, masih tentang invasi alien di Bumi. Film pertama mengambil latar cerita Los Angeles dan film kedua menyorot kejadian simultan di Laos. Meski syuting adegan pertempuran bertempat di beberapa lokasi di Asia, di Indonesia film itu menampilkan aksi yang menegangkan, yaitu di Batam dan Yogyakarta. Studio CGI berada di Batam dan Candi Prambanan di perbatasan Yogyakarta.

Selain Frank Grillo dan Iko Uwais, film ini melibatkan aktor lain Indonesia, Yayan Ruhian, serta sejumlah aktor lintas kultur, di antaranya, Bojana Novakovic, Callan Mulvey, Valentine Payen, Kevin O’Donnell, Antonio Fargas, dan Pamelyn Chee.

Apakah misi Mark menemukan anaknya dan pasukan Sua menyelamatkan umat manusia berhasil? Apakah mereka mampu mele­nyapkan para alien yang mencoba menduduki bumi? Anda pasti penasaran. Dalam film tersebut aksi silat Iko Uwais dan boxing Franks Grillo akan terlihat seru tatkala mereka melawan para alien.

Beyond Skyline akan dirilis secara internasional. Namun, film ini akan ditayangkan secara terbatas di bioskop-bioskop di Amerika Serikat dan ditayangkan lewat fitur VOD.

Film yang diproduksi rumah produksi Beyond the Mothership, Hydraulx, Infinite Frameworks Pte Ltdn, dan bekerja sama dengan distributor GEM Entertaiment, E Stars Films, akan tayang di bioskop Indonesia mulai 1 November. (FD/X-7)

Komentar