Pesona

Kemeriahan Hari Batik di Mal Kelapa Gading

Rabu, 4 October 2017 09:14 WIB Penulis: M Taufan SP Bustan

MI/M TAUFAN SP BUSTAN

SEJAK 2 Oktober 2009, UNESCO menetapkan batik sebagai warisan budaya Indonesia, dan sejak itu pula tanggal 2 Oktober ditetapkan sebagai hari batik nasional.

Banyak cara masyarakat di Tanah Air merayakan hari batik nasional dari tahun ke tahunnya, salah satunya lewat peragaan busana batik.

Yah, memang dulunya batik dipandang sebelah mata, kini batik telah menjadi bagian fesyen masyarakat Nusantara, karena modelnya semakin modern mengikuti tren yang ada.

Koleksi batik modern itulah yang Media Indonesia temukan dalam acara 'Pesona Batik Wastra Nusantara' yang digelar Summarecon Mal Kelapa Gading (MKG) sejak 29 September hingga 8 Oktober 2017 mendatang.

Di acara tersebut pengunjung tidak hanya dapat menemukan pelbagai jenis batik Nusantara, seperti batik solo, batik madura, batik betawi, dan lainnya.

Namun, pengunjung juga dimanjakan dengan peragaan busana batik modern melalui Batik Fashion Parade yang dilakukan model-model profesional Indonesia.

Iven tahunan MKG ini, sudah kesekian kalinya digelar, dengan tujuan sebagai ajang memamerkan indahnya pesona batik yang merupakan wastra Nusantara, sekaligus meningkatkan industri lokalnya dengan mengedukasi dan mengajak pengunjung MKG untuk lebih mencintai serta mengapresiasi salah satu kekayaan budaya Indonesia melalui beragam acara menyambut sekaligus merayakan Hari Batik Nasional.

Center Director Summarecon MKG Tommy L menjelaskan, setiap tahunnya MKG menjadi lokasi festival akbar tahunan Jakarta Fashion dan Food Festival (JFFF) yang konsisten menjadi wadah melestarikan industri kreatif yang berbasis budaya.

Tujuannya, tidak hanya berhenti di JFFF saja. Melainkan MKG, mengembangkan dalam iven-iven yang diselenggarakan, salah satunya 'Pesona Batik Wastra Nusantara'.

"Iven ini menjadi momen yang tepat untuk terus melanjutkan tujuan tersebut. Sehingga kami pun menampilkan tak hanya unsur batik, tetapi juga unsur budaya kita lainnya seperti permainan tradisional yang semakin langka," tandas Tommy kepada sejumlah Jurnalis dalam pembukaan 'Pesona Batik Wastra Nusantara' di MKG Jakarta Utara, DKI Jakarta, Jumat (29/9).

Pada Batik Fashion Parade, tiga perancang busana terbaik Indonesia menampilkan masing-masing 10 koleksi batik terbaru mereka. Total ada 30 busana menarik diperagakan.

Dengan menggunakan jasa model profesional batik pelbagai motif yang tampak kekinian itu begitu indah di atas catwalk.

Beragam motif yang menandakan ciri khas sang perancang terlihat dari tiap-tiap busana yang dikenakan model.

Perpaduan warna cerah pun dimainkan oleh sang perancang untuk menemukan kesan kekinian dan dapat digunakan oleh hampir semua umur.

Selain itu, dalam iven ini juga MKG menyelenggarakan Furoshiki Workshop yaitu seni membuntal kain dan Batik Drapping Education bertajuk 'Be Fashionable with Batik' yang menambah wawasan para pengunjung akan bagaimana memanfaatkan kain batik menjadi busana cantik tanpa harus memotong kainnya.

Kemudian diadakan juga Batik Fashion Styling Competition dengan konsep Classy, Sporty, dan Edgy bagi peserta umum dengan hadiah uang tunai dan voucher belanja.

"Juri kompetisinya pun kompeten karena terdiri dari fesyen desainer serta fesyen stylist," jelas Tommy.

Tak kalah meriah dari iven MKG tahun ini adalah Batik Demo Creation dan Tuang Celengan Bambu sebagai sarana bagi pengunjung yang ingin beramal.

Dan pengunjung juga dapat mengikuti Craft and Ideas Workshop di area atrium MKG yang bertemakan kerajinan tangan, seperti workshop membuat keramik, wayang, sampai dompet kulit.

Bahkan di salah satu sesi workshop keramik akan menghadirkan F Widayanto yang merupakan perupa keramik terkemuka Tanah Air.

Dan bagi para pengunjung yang inggin menambah koleksi batiknya, dihadirkan Batik Bazaar Gallery dengan para peserta bazarnya adalah pengrajin, pengusaha batik yang sudah terkenal.

"Seperti pesona batik madura, galery batik Jawa, batik Tatiek Sri Harta, canting wira Surabaya, jajaka Ivan Gunawan, dan lainnya," ungkap Tommy.

Sebagai Mal keluarga, MKG tak ketinggalan menghadirkan Gudang Dolanan Indonesia yang dapat menghibur anak-anak dengan permainan tradisional seperti bola bekel dan congklak.

Setiap akhir pekan juga anak-anak dapat ikut serta dalam lomba permainan tradisional di area Gading Walk seperti bakiak, gasing, engrang batok, dan engsreng.

"Ada juga talkshow dan workshop bertemakan permainan tradisional sehingga anak-anak masa kini dapat mengenal dan andil dalam melestarikan permainan tradisional Nusantara," pungkas Tommy. (M-3)

Komentar