Properti

Properti Komersial Kerek Tingkat Hunian

Selasa, 3 October 2017 06:03 WIB Penulis: Ghani Nurcahyadi gani@mediaindonesia.com

ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso

PERTUMBUHAN penduduk menjadi faktor utama pendorong pengembang membangun kota satelit di sekitar Jakarta yang mencakup Bogor, Depok, Tangerang, Tangerang Selatan, dan Bekasi. Akan tetapi, lokasi yang relatif dekat dengan Ibu Kota bukan satu-satunya alasan orang mau menghuni kawasan tersebut. Analisis Coldwell Banker Commercial Indonesia menunjukkan, selain lokasi, empat faktor lain yang mendorong orang untuk meng­huni kawasan tersebut ialah demografi, kebijakan pemerintah, pengembangan infrastruktur, dan pengembangan kawasan komersial.

Vice President Advisory Services Coldwell Banker Dani Indra Bhatara menjelaskan, selama beberapa tahun terakhir, kecenderungan tingkat hunian dipengaruhi pertumbuhan properti komersial yang cukup pesat. Beragam fasilitas tersebut dapat mengurangi ketergantungan warga Bodetabek terhadap Jakarta sebagai pusat perekonomian Indonesia tersebut. “Kecenderungan seperti ini sudah terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Jadi, ada perubahan. Kalau sebelumnya pembangunan dilakukan secara bertahap dengan membangun hunian terlebih dahulu, kemudian properti komersial. Sekarang ada percepatan sehingga properti komersial dibangun bersamaan dengan hunian,” kata Dani kepada Media Indonesia, Senin (2/10).

Pria yang pernah menjadi petinggi di sejumlah pengembang itu memberikan contoh, yaitu pembangunan kawasan Summarecon Bekasi pada 2010. Kala itu pusat perbelanjaan Summarecon Mal Bekasi dibangun terlebih dahulu sebelum kawasan hunian. Begitu juga dilakukan Sinar Mas Land di kawasan Bumi Serpong Damai. Data Coldwell juga menunjukkan ada peningkatan properti komersial di kawasan sekitar Jakarta. Suplai hotel di kawasan Bogor tumbuh 13% per tahun dalam 10 tahun terakhir. Ruang ritel meningkat 7,3% per tahun. Di kawasan Depok, suplai hotel tumbuh 4% setiap tahun dan ruang ritel tumbuh 42% per tahun. Pertumbuhan pesat ruang ritel tak lepas dari mahasiswa yang terus berdatangan setiap tahun untuk belajar di kampus-kampus sekitar Depok.

Jika dibandingkan dengan Depok dan Bogor, jumlah ruang ritel di Bekasi lebih tinggi, meskipun masih di bawah Tangerang. Suplai hotel di wilayah ini tumbuh 21% per tahun dan 8% per tahun untuk pertumbuhan ritel. Berbeda dengan wilayah lain, jumlah perkantoran di kawasan Tangerang relatif lebih tinggi dengan pertumbuhan mencapai 22% per tahun. Pertumbuhan ruang ritel mencapai 12% per tahun dan hotel 31% per tahun.

Kemudahan
Direktur Komunikasi Lippo Group Danang Kemayan Jati menegaskan dalam memilih hunian, pembeli biasanya mempertimbangkan faktor lokasi sebagai pertimbangan awal. Namun, seiring dengan perkembangan masyarakat yang ingin segala kemudahan hadir di sekitar mereka, permintaan pun semakin meningkat. “Masyarakat maunya simpel saja. Di dekat kawasan perumahannya, dia bisa menyekolahkan anak, berbelanja, rekreasi, sekaligus be­kerja. Jadi mereka tidak perlu keluar jauh dari kawasannya. Lippo pun seperti itu dalam membangun sebuah hunian, juga secara bersamaan diba­ngun fasilitas pendukung lain,” kata Danang kepada Media Indonesia.

Sejumlah proyek Lippo pun telah mengadopsi pembangunan terpadu tersebut. Misalnya, proyek pembangunan kota baru Meikarta di Cikarang, Jawa Barat. Proyek yang menurut Danang sudah laku lebih dari 130 ribu unit itu bukan hanya menawarkan hunian jangkung (apartemen), melainkan juga fasilitas penunjang dibangun secara bersamaan. (S-4)

Komentar