Properti

Sertifikasi FSC demi Tembus Pasar Eropa

Selasa, 3 October 2017 05:16 WIB Penulis:

Dok MI

UNTUK memasok kebutuhan properti di luar negeri, khususnya Uni Eropa, industri kehutanan harus memenuhi sejumlah persyaratan ketat. Salah satunya konsesi hutan dan produk kayu olahannya memiliki sertifikasi Forest Stewardship Council (FSC). Produk olahan yang dicari biasanya pintu, jendela, dan lantai.

Kini 199 pemegang konsesi hutan berstatus aktif dari 265 unit yang mengelola sekitar 20 juta ha. The Borneo Initiative mencoba memberikan bantuan kepada 50 perusahaan untuk memperoleh sertifikasi yang menandakan bahwa mereka mengikuti praktik-praktik pengelolaan hutan yang lestari.

“Hasilnya, dari jumlah tersebut, 28 perusahaan telah berhasil memperoleh sertifikasi FSC dengan luasan 2,6 juta ha,” ujar Bun Purnama, anggota dewan The Borneo Initiative, Jakarta, Kamis (28/9). Empat perusahaan lain segera menyusul dan diperkirakan meningkat sehingga total menjadi 32 perusahaan pada akhir 2017 dengan total luasan mencapai hampir 3,1 juta ha. Itu setara dengan 16% area konsesi hutan aktif di Indonesia. (Was/RO/S-2)

Komentar