Hiburan

The Teenage Psychic Raih Dua Golden Bell

Ahad, 1 October 2017 18:05 WIB Penulis: Basuki Eka Purnama

Dok HBO Asia

SERIAL mandarin original pertama yang diproduksi HBO Asia, The Teenage Psychic, sukses meraih dua penghargaan di ajang tahunan Golden Bell Award.

Dalam malam penghargaan Golden Bell Award ke-52 yang digelar di Taiwan, Sabtu (30/9), serial dengan genre coming of age berdurasi enam episode itu memenangkan penghargaan Best Mini Series (TV Movies) dan Best Performance by an Actress in a Supporting Role in a Mini Series (TV Movies) untuk Nana Lee.

"Kami sangat bangga karena serial The Teenage Psychic meraih penghargaan bergengsi Golden Bell Awards. Kami sangat termotivasi memproduksi lebih banyak tayangan dalam bahasa setempat dan bekerja sama dengan talent-talent lokal di kawasan Asia," ujar CEO HBO Asia Jonathan Spink.

"Penghargaan ini menguatkan komitmen kami untuk meningkatkan deretan produksi Asia Original kami bagi pemirsa di Asia dan dunia," imbuhnya.

The Teenage Psychic tayang perdana di Asia pada April tahun ini dan mendapat rating positif sepanjang pemutarannya.

Lokasi pengambilan gambar dilakukan di Taiwan. Serial ini disutradarai penulis dan sutradara terkenal asal Taiwan berusia 29 tahun, Chen Ho-Yu. Serial ini juga merupakan hasil kerja sama HBO Asia dengan lembaga penyiaran Taiwan, Public Television Service (PTS), dan perusahaan penghasil film Singapura yang banyak meraih penghargaan, InFocus Asia.

The Teenage Psychic berkisah mengenai Xiao Zhen yang diperankan oleh Kuo Shu Yau. Gadis berusia 16 tahun itu ingin menjalani kehidupan remaja sekolah menengah pada umumnya. Lahir dengan kemampuan melihat arwah, kehidupannya tidak pernah normal. Xiao Zhen harus menjalani berbagai tekanan kehidupan masa remaja – cinta pertama, keberhasilan akademis dan tekanan dari teman-teman – dengan tuntutan dari dunia para arwah.

Xiao Zhen mempelajari bagaimana memanfaatkan kemampuannya untuk membantu menjalani kehidupannya dengan orang-orang yang dicintai di sisi lain, arwah-arwah yang hilang, terlupakan, marah atau hanya menangis meminta pertolongan.

Remaja itu mendapati bahwa dengan mengatasi permasalahan orang ia mendapat kekuatan yang diperlukan untuk mengatur kehidupan sekolah dan menemukan cinta pertamanya. Kekuatan Xiao Zhen jadi membahayakan bagi dirinya ketika orang memanfaatkan kemampuannya untuk keserakahan mereka. (RO/I-2)

Komentar