Jeda

Aneka Tantangan Banyak Kolaborasi

Ahad, 1 October 2017 14:45 WIB Penulis:

MI/LILIEK DHARMAWAN

Rumah sakit (RS) tanpa kelas, nihil sekat, memberi ruang lebih lega bagi masyarakat untuk mendapatkan hak kesehatannya. Sudaldi, 52, pasien RSUD Wates, Kulonprogo, DI Yogayakarta, memvalidasi konsep itu. RS tak kaku memberikan kamar perawatan karena kalaupun ada pembeda, hanya fasilitas. Sementara itu, layanan medis diklaim tetap sama.

"RS wajib menerima kasus-kasus darurat wajib, persoalan administrasi, diurus belakangan," kata Witarto, Direktur Pelayanan Medis RSUD Wates.
Terlebih, pemerintah kabupaten pun tak kalah cekatan dengan inovasi RS menerapkan sistem tanpa kelas. Ada fasilitas Jamkesda yang diberikan hingga Rp5 juta bagi pasien yang belum jadi anggota BPJS Kesehatan.

"Memang ada sisi-sisi yang belum sempurna dalam pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN). Namun, perbaikan terus dilakukan," ujar Witarto.

Akreditasi
RS yang sarat sumber daya manusia juga teknologi, berurusan dengan aneka regulasi, mesti menyeimbangkan bisnis dan kewajiban sosial, kini berhadapan dengan tantangan paling kekinian, JKN.

Maka, ketika inovasi sukses dilakukan, Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Oscar Primadi memberikan apresiasi tinggi. "Kami menghargai sekali RS-RS di daerah yang mau terus menghadirkan inovasi kepada publik. RS yang juga merupakan sebuah layanan publik memang perlu terus melakukan inovasi terbaru, yang pastinya tidak mudah," tutur Oscar.

Oscar juga berharap jejak itu bisa menjadi model bagi RS lainnya, tak cuma dalam liungkup RSUD, tetapi juga swasta. "Bahkan, puskemas yang juga merupakan layanan kesehatan bagi masyarakatjuga perlu melakukan inovasi," ujarnya.

Kemenkes, kata Oscar, terus berupaya meningkatkan kualitas layanan melalui sistem akreditasi. "Sehingga peningkatan mutu dan kualitas RS berdasarkan akreditasinya memang akan terus kami lakukan secara bertahap," sambung Oscar.

"Kami tidak bisa memberikan target yang sifatnya kuantitatif. Namun, untuk upaya peningkatan mutu dan kualitas ini memang kita bersifat kualitatif, yang penting terus menuju ke arah yang lebih baik," pungkas Oscar. (AT/Rio/M-1)

Komentar