Gaya Urban

Ramah Lingkungan

Ahad, 1 October 2017 03:01 WIB Penulis: Rio/M-3

THINKSTOCK

BERTAHUN-TAHUN menggeluti spearfishing, Asep Yadi Setiawan dan Antonius Dwi Susanto menyadari sisi kelestarian alam dari olahraga itu. Meski terlihat lebih menyeramkan karena tombak yang dipakai maupun saat spearo fokus memburu ikan, sesungguhnya olahraga ini dinilai lebih bersahabat dengan alam.

Berbeda dengan alat pancing tangan maupun alat tangkap besar seperti jaring dan trawl, spearfishing yang sesungguhnya merupakan cara tangkap purba ini jelas sangat selektif. Spearo tentunya dapat mengenali ikan yang diburu dengan baik sehingga dapat menghindari tertangkapnya ikan yang belum dewasa ataupun ikan-ikan yang dilindungi. Tidak hanya itu, dari jenis alat tangkap yang digunakan, speargun memiliki risiko lingkungan yang jauh lebih kecil ketimbang jaring yang dapat menyapu karang atau bahkan bom dan potasium yang jelas ilegal.

"Tidak ada cerita salah target karena memang ikan yang kita dapatkan benar-benar ikan yang sudah kita incar. Alat yang digunakan pun tidak menimbulkan kerusakan pada habitat seperti alat-alat tangkap lainnya," ujar Antonius.

Namun, ia juga mengakui bisa saja spearfishing berdampak negatif jika para spearo memiliki sikap rakus dan tidak peduli pada kelestarian alam.

"Sederhananya, spearfishing bukan melulu menyelam atau bagaimana caranya mendapatkan ikan. Menjadi spearo yang baik itu kami sering menyebutnya 'beradab', yakni spearo yang memiliki tanggung jawab terhadap dirinya, teman, dan lingkungannya," ungkap Antonius.

Komentar