MI Anak

Aksi Repcil Keren dari Jawa Timur

Ahad, 1 October 2017 00:16 WIB Penulis: Suryani Wandari/M-1

MI/SURYANI WANDARI

UDARA sejuk dan semilir angin menemani para peserta Reporter Cilik Media Anak Media Indonesia 2017 dari wilayah Malang, Jawa Timur, menyelesaikan tugasnya menulis, Selasa (19/9), di Kawasan Sengkaling Convention.

Ya, menulis memang bisa dilakukan di mana saja ya sobat, bahkan bagi mereka menulis di alam bebas bisa menumbuhkan inspirasi menulisnya, lo. Meskipun saat pelatihan terdapat ruangan khusus, tapi mereka memilihnya di alam terbuka. Yuk intip keseruan lain para Reporter Cilik asal Jawa Timur lainnya bersama Medi!

Tiga kota dari Jawa Timur

Setelah pelatihan Repcil diadakan di DKI Jakarta dan Jawa Barat, kini giliran Jawa Timur mendapatkan pelatihan jurnalistik dari tim Media Anak.

Di Jawa Timur sendiri, para Repcil berasal dari tiga kota, yakni Malang, Sidoarjo, dan Surabaya. Mereka sebelumnya sudah diseleksi lewat tulisannya mengenai hidup sehat.

Seperti juga para Repcil dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, mereka pun semangat untuk mengikuti pelatihan dalam seharian penuh. Sehari setelah Malang, pelatihan Repcil dilaksanakan di SD Barunawati, Surabaya.

Berbagai kiat praktis menulis, seperti pentingnya menulis judul dan kalimat pertama yang menarik dipraktikan. "Judul dan kalimat pertama harus berisi kalimat yang menarik perhatian pembaca, tentang hal yang unik, menarik, penting atau hal yang baru, begitu pun dengan judul yakni harus berisi lima kata yang menarik," kata tim Media Anak.

Oh ya sobat, dalam menulis atau bertanya saat wawancara ada komponen penting lo, yakni apa, di mana, mengapa, siapa, kapan dan bagaimana.

Jadi reporter itu...

"Pelatihan jurnalis ini memang langsung saya terapkan dalam tugas menulis dan dinilai bagus," kata Andre A Anwar, SD Arjowinangun 2 Malang yang suka membaca berita ini.

Andre pun kini terpikirkan untuk jadi seorang reporter profesional lo sobat, sama seperti Aysyah Azzahroh, SD Islam Kreatif Mutiara Anak Sholeh Sidoarjo nih. "Kalau reporter itu bisa mengetahui benar tidaknya sebuah berita langsung dari lokasinya. Kita juga tidak boleh menyiarkan berita hoaks," kata Aysyah.

Mengajukan pertanyaan

Sobat Medi sudah tahu kan apa yang akan dilakukan para Repcil ini setelah diberikan pelatihan? Ya, wawancara. Nantinya Repcil dari Jawa Timur ini pun akan melakukan wawancara kepada orang nomor 1 di Jawa Timur!

Siapa lagi kalau bukan Pak Soekarwo, Gubernur Jawa Timur yang menjabat sejak 12 Februari 2009. Gubernur yang akrab dipanggil Pakde Karwo ini kembali dipercaya masyarakat Jawa Timur menjabat selama dua periode.

Lalu bagaimana ya kinerja Pakde Karwo memajukan provinsinya? Kira-kira ada kesulitan atau bahkan senang memimpin Jawa Timur? Wah pasti banyak sekali pertanyaan yang ingin diajukan.

Sama seperti Repcil dari dua provinsi lainnya, mereka pun berlatih dan membuat daftar pertanyaan untuk Pakde Karwo untuk buku Reporter Cilik 2017 bertajuk Dari Daerah untuk Indonesia.

Sesuai dengan temanya, mereka menuliskan beberapa pertanyaan mengenai kinerja, pengalaman, serta kontribusi pak gubernur dalam membangun Jawa Timur. Tak lupa mereka pun mengajukan pertanyaan menggelitik seperti pernah menyontek atau tidak, pernah marah saat masyarakat tidak mengikuti peraturan hingga meminta kiat sukses.

Wah menarik kan pertanyaannya. Semoga nantinya Pakde Karwo bisa menjawab pertanyaan mereka ya Sobat!

Suara Anak

Andre A Anwar

Kelas 6, SD Arjowinangun 2 Malang

Setelah dapat tulisan bagus, aku pun sadar mau juga jadi seorang reporter andal. Ya meskipun kerja reporter itu berat, seperti kata Teh Iis butuh fisik dan otak juga untuk menulis.

===

Nur Khalila Santosa

Kelas 6, SD Barunawati Surabaya

Senang banget dapat pengetahuan tentang menulis. Sebelumnya belum pernah. Apalagi mendatangkan seorang dokter sebagai narasumbernya.

====

Aysyah Azzahroh

Kelas 5, SDI Kreatif Mutiara Anak Sholeh

Aku memang bercita-cita sebagai reporter, ibuku pun mendukungnya. Ternyata menjadi reporter itu harus melakukan liputan langsung ke lokasinya lo, enggak boleh sekadar menelepon saksi di lingkungannya, nanti menimbulkan hoaks.

Komentar