MI Muda

Yang Muda yang Cinta ASEAN

Ahad, 1 October 2017 00:01 WIB Penulis: M Taufan SP Bustan

MI/M TAUFAN SP BUSTAN

DIREKTORAT Jenderal Kerja Sama ASEAN Kementerian Luar Negeri kembali menggelar Pemilihan Duta Muda ASEAN Indonesia (PDMAI) untuk 2017.

PDMAI bertujuan mencari sosok pemuda dan pemudi Indonesia yang memiliki wawasan ASEAN dan perkembangan kawasan, serta mampu mempromosikan ASEAN kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Di tahap akhir, tersisa 50 finalis dari 30 provinsi di Indonesia yang kemudian disaring kembali menjadi 10 peserta terbaik.

Mereka dinilai dewan juri yang terdiri atas Dirjen Kerja Sama ASEAN Kemenlu Jose Tavares, Chair Woman Martha Tilaar Group Wulan Tilaar, UNDP Indonesia SDGs Mover Reza Rahadian, serta Forbes 30 Under 30, dan Tyovan Widagdo.

Westra Tandribali dari DKI Jakarta dan Scholastika Asyana dari Provinsi DIY dinobatkan sebagai Duta Muda ASEAN Indonesia 2017, setiap peringkat satu dan dua. Mereka akan dilibatkan dalam kegiatan-kegiatan Ditjen Kerja Sama ASEAN.

Berikut petikan wawancara Muda dengan Westra dan Scholastika!

Ceritakan dong perjalanan kalian menjadi Duta Muda ASEAN 2017?

Westra: Saya pertama kali mendapatkan informasi Duta Muda ASEAN dari salah satu forum diskusi alumni Universitas Padjadjaran. Saya memang bercita-cita berperan aktif dalam politik luar negeri Indonesia dalam kapasitas sebagai seorang pemuda. Saya merasa ajang ini merupakan kesempatan emas bagi saya untuk mencapainya.

Dengan berbagai pertimbangan dan persiapan matang, akhirnya saya memutuskan mendaftarkan diri saya sebagai salah satu peserta Duta Muda ASEAN tahun ini.

Scholastica: Saya mendapatkan informasi Pemilihan Duta Muda ASEAN Indonesia ini dari akun media sosial Kementerian Luar Negeri. Setelah melihat itu, saya tertarik karena ini program resmi pemerintah untuk memperkenalkan ASEAN kepada anak muda sekaligus mendekatkan masyarakat dengan ASEAN.

Apa saja kegiatan menarik dan berkesan selama karantina?

Westra: Tentunya, kesempatan bertemu dan mendapatkan pelatihan langsung dari orang-orang hebat di bidangnya, seperti pembekalan materi terkait dengan ASEAN oleh para direktur di Dirjen Kerja Sama ASEAN, mengenai budaya ada paparan dari Reza Rahardian dan kewirausahaan oleh Tyovan Widagdo.

Selain itu, saya terpilih sebagai salah satu pemenang dalam tantangan grooming oleh Sari Ayu, Martha Tilaar.

Scholastica: Selama karantina seru banget pokoknya, tidak ada dukanya. Soalnya 50 peserta memang hasil saringan dari 700-an orang dan sangat berkualiatas. Setiap peserta memiliki keistimewaan masing-masing. Mau dibilang dominan juga iya karena setiap tanya jawab dan diskusi semuanya punya ide-ide luar biasa, saya pun sempat minder juga karena melihat semua teman pada pintar-pintar semua.

Semuanya sudah kayak keluarga, seminggu lebih bersama itu kurang rasanya. Terlebih lagi kami mendapat banyak pengalaman baru dari para juri.

Bagaimana tanggapanmu tentang pemuda dan pemudi dari setiap provinsi?

Westra: Saya sangat senang bertemu dengan banyak pemuda. Kami memiliki latar belakang daerah, budaya, dan pendidikan yang berbeda. Akan tetapi, hal tersebutlah yang membuat saya menjadi lebih memahami keberagaman di Indonesia.

Di sisi lain, saya juga merasa tertantang untuk selalu memberikan yang terbaik karena peserta lain selain pintar, mereka juga memiliki kemampuan dan keunikan tersendiri.

Scholastica: Pokoknya banyak, mulai hal kecil saja seperti bahasa karena dari setiap daerah di Nusantara itu memiliki logat sendiri, lalu budaya yang pastinya beda. Perbedaan ini kemudian menjadi satu saat kami dikarantina.

Selama itu kami juga banyak bertukar ceri­ta soal daerah masng-masing, ini membuat saya lebih tahu lagi soal Indonesia meskipun belum secara utuh, apalagi memang saya belum berkeliling Indonesia.

Pertemuan itu, menurutku, sebagai bentuk edukasi dari setiap anak ke anak-anak lainnya tentang daerah, bahasa, budaya, hingga hal-hal menarik lainnya di daerah seluruh peserta.

Pendapat kalian soal ASEAN?

Westra: ASEAN merupakan sebuah kerjasama kawasan yang sangat strategis dan menjadi salah satu organisasi regional paling sukses di dunia dalam menciptakan stabilitas dan keamanan kawasan.

Dengan memiliki 10 negara ASEAN dengan keberagaman dari pelbagai sisi di dalamnya, saya percaya ASEAN berpotensi sangat besar dalam membangun komunitas measyarakat berbasis ekonomi, sosial-budaya, dan politik - keamanan.

Scholastica: Jujur saja, saya ikut PDMAI untuk lebih mengenal ASEAN. Karena menurutku ASEAN belum begitu dekat dengan masyarakat. Inilah menjadi tugas kami semua, khususnya saya sebagai Duta Muda ASEAN Indonesia, untuk menjadi jembatan di antara pihak-pihak tersebut.

ASEAN sangat kaya, bukan hanya soal sumber daya alamya, melainkan juga manusia serta kebudayaannya. Tidak usah ASEAN, Indonesia saja sangat beragam. Karena itu juga menjadi pembeda kita dengan komunitas regional lain.

Apa agenda kalian ke depan?

Westra: Dalam menajalankan tugas sebagai Duta Muda ASEAN, akan memulai dengan mempersiapkan diri untuk lebih matang lagi, dengan informasi dan materi dari Kemenlu dan Sekretariat ASEAN.

Dari segi persiapan program kerja, saya akan melakukan rapat kerja dan koordinasi dengan Dirjen ASEAN Kemlu serta teman-teman Duta Muda ASEAN tingkat provinsi lainnya agar program berjalan lancar dan berkelanjutan.

Scholastica: Komitmen saya, dari rakyat, oleh rakyat, untuk rakyat. Saya akan mendekatkan ASEAN dengan rakyat. Kebetulan saya memang sudah memiliki channel dengan beberapa komunitas regional lain di luar.

Niat saya pertama akan menghubungi mereka dulu kemudian menyampaikan program tentang ASEAN karena ASEAN punya banyak program, mana tahu mereka tertarik untuk menjalin kerja sama.

Bagaimana kamu memperkenalkan ASEAN kepada generasi muda?

Scholastica: Saya akan membuat satu vlog untuk diupload di media sosial ASEAN kemudian disebarkan ke anak-anak muda sehingga mereka bisa lebih muda mengetahui apa itu ASEAN.

Harapan kalian untuk teman-teman?

Westra: Terus peduli dan berkontribusi pada lingkungan sekitar, bukan hanya memikirkan diri kita sendiri. Berikan dampak positif sekecil apa pun, sesuai dengan kapasitasnya, pada lingkungan di sekitarnya.

Scholastica: Generasi muda Tanah Air terus melampiaskan energinya ke hal-hal yang positif yang mereka sukai. Karena kunci dari segala kesuksesan, cinta dan suka dengan apa yang kita lakukan. Menurut saya, kalau kita sudah suka dengan satu hal kemudian kita fokus di situ pasti kita akan sukses.

Harapan kalian pada ASEAN?

Westra: Rasa memiliki dan menjadi bagian dari ASEAN tidak hanya dirasakan golongan atau kelompok tertentu saja, seperti diplomat, akademisi, tetapi lebih inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, sesuai dengan Visi ASEAN 2025, yaitu people-centered, people oriented ASEAN.

Scholastica: ASEAN itu kan sebenarnya bukan hanya tentang negara-negara anggota, melainkan juga sinergi antara pemerintah, NGO, komunitas, dan rakyat terutama. (M-1)

Komentar