Properti

Penyebaran Penduduk Geser Pengembangan Mal ke Pinggiran

Selasa, 26 September 2017 13:49 WIB Penulis: Antara

Dok MI

KONSULTAN properti, Cushman and Wakefield, menilai semakin luasnya penyebaran penduduk sebagi akibat terbatasnya lahan di Jakarta membuat sejumlah pengembang menggeser lokasi pembangunan mal menjadi di pinggiran.

Senior Manager Marketing dan Communication Cushman and Wakefield, Asmara Pusparani, kepada Antara, Selasa (26/9), menjelaskan, saat ini pembangunan mal lebih mendekati daerah-daerah yang sudah padat populasi penduduknya, serta menjadikannya sebagai target pasar.

"Paling penting dalam membangun mal adalah target pasar atau segmentasi yang dituju, kemudian lokasi dan aksesnya," kata Asmara.

Ia menegaskan, terdapat tiga faktor penting yang sering dipertimbangkan pengembang untuk mengembangkan sektor properti termasuk dalam hal ini subsektor komersial yakni demografi, kebijakan pemerintah, serta dukungan infrastruktur.

Asmara memamaparkan, hadirnya properti komersial ditujukan untuk mendukung dan memberi nilai tambah serta meningkatkan penjualan hunian, khususnya untuk pengembangan kawasan besar dan sinergi seperti ini dimungkinkan.

Menurut dia, agar mal yang dibangun di pinggir Jakarta diminati, hal pertama yang harus dipersiapkan ialah memahami profil dan besaran target pasar dari mal tersebut, sehingga besaran mal yang akan dibangun dan posisi pasarnya tepat sasaran.

"Setelah itu tentunya dengan pemahaman yang tepat atas target pasar, harus dikembangkan konsep mal dan tenancy mix (komposisi trade) yang tepat," ujar dia.

Asmara juga memastikan belum tentu mal yang berlokasi dekat permukiman atau berada di satu kawasan mix used akan sukses, karenanya penting sekali memperhatikan target, luasan, serta segmentasi pasar.

Asmara juga melihat terjadinya pergeseran terhadap konsep mal yang semula sekadar tempat berbelanja kini mulai bergeser ke tempat makan dan minum, rekreasi, serta gaya hidup.

Lebih jauh Direktur Pemasaran PT Menara Depok Asri, Muchsin Alatas, selaku pengembang superblok Pesona City Depok, mengatakan, pertimbangan dan perhitungan telah dibuat dengan matang untuk pembangunan Pesona Square, mal di Pesona City, termasuk sudah hadirnya sejumlah mal di Kota Depok.

"Kami memiliki lokasi strategis dekat akses Jalan Tol Cijago dan segmentasi bagi pasar menengah atas. Hadirnya mal di Pesona City diharapkan menjadi daya tarik penjualan apartemen yang juga akan hadir di lokasi kami," kata Muchsin.

Ia mengatakan, analisis tersebut ternyata benar sejak mal tersebut diluncurkan MDA sudah menandatangani kontrak dengan sejumlah tenant besar dari 2.700 meter persegi ruang yang dijual, sudah tersewa 2.300 meter persegi. Bahkan, para tenant berharap Pesona Square dapat buka secepatnya.

"Kami yakin hadirnya Pesona Square akan menambah fasilitas bagi warga Depok, serta dampak positif lainnya minat konsumen untuk membeli apartemen kami juga semakin tinggi," ujar dia.

Menurut dia, pembangunannya mal sejauh ini masih sesuai jadwal dan dalam waktu dekat sudah selesai pekerjaan atap (topping off) yang rencananya beroperasi pertengahan 2018. Saat ini, beberapa tenant sudah melakukan pengukuran, serta desain seluruhnya menggunakan konsultan dari Maroko.

Kemudian untuk apartemen, Muchsin mengatakan tower Marakech akan memulai pembangunan konstruksi (groundbreaking) pada Oktober 2017, saat ini sudah dipasarkan 700 unit dari total yang dipasarkan sebanyak 1.800 unit. Serah terima dengan penghuni diharapkan pada akhir 2018 tidak lama setelah mal beroperasi.

Tingginya minat masyarakat membeli hunian di Pesona City tidak lepas dari fasilitas adanya mal, di samping kemudahan untuk pembayaran hanya Rp4,8 juta sudah memiliki unit yang lokasinya dekat perumahan mewah Pesona Kayangan Depok.

Pada kesempatan itu, Muchsin juga menjelaskan rencananya untuk memberikan nama Pesona City untuk proyek lain di Bekasi, Grand Cut Mutia. (OL)

Komentar