Teknopolis

Presiden : Buat Inovasi Unik dan Khas Indonesia

Kamis, 28 September 2017 12:59 WIB Penulis: Yogi Bayu Aji

ANTARA

PRESIDEN Joko Widodo pengembang lokal lebih fokus untuk membuat sebuah jasa yang unik, lokal, dan mengandung ciri khas Indonesia. Dia tak ingin startup terjebak dengan membuat sesuatu yang sudah ada.

"Jangan coba-coba kita membikin Alibaba tandingan atau bikin Google tandingan. Buat apa bikin Alibaba lagi, Google lagi, menurut saya buang waktu, uang dan tenaga," kata Jokowi di IDByte 2017 di Ritz Carlton, Jakarta, hari ini.

Menurut dia, sebaiknya perusahaan rintisan memanfaatkan platform dari Google, Amazon, Facebook, dan Microsoft. Lalu, tenaga yang ada dimanfaatkan untuk membuat inovasi yang benar-benar unik dan lokal.

"Misalnya saya dengar ada e-commerce startup yang jualan hijab online dan laku sekali sampai ordernya dari seluruh dunia, masuk semuanya," jelas dia.

Dia mengingatkan bila Indonesia adalah negara besar dengan pasar yang besar. Seiring waktu, Dia yakin perusahaan e-commerce Indonesia bisa dikenal di tingkat regional dan go global.

Pemerintah, kata dia, akan memberikan keleluasaan untuk bereksperimentasi. Jokowi menekankan kepada mentei-menterinya bila startup tidak boleh dicekik oleh regulasi-regulasi yang berlebihan.

"Ini juga satu alasan kenapa deregulasi itu penting untuk mengurangi tumpang tindihnya aturan, persyaratan yang menghambat cara-cara baru, menghambat pola-pola baru," jelas dia.

Dia juga mengajak publik untuk memberikan toleransi kepada kegagalan dari eksperimen dan inovasi yang ada. Did dunia digital, kata dia, kegagalan bukan masalah, yang terpenting dapat bangkit kembali.

"Enggak apa-apa, jangan malu, jangan menyerah dan startup yang gagal jangan dikejar-kejar. Kan namanya juga PT, perseroan terbatas. Artinya, kewajiban atau resikonya sebatas modal yang sudah dituangkan dalam PT itu. Jangan dibawa ke pribadi para pendiri startup," pungkas dia. (MTVN/OL-7)

Komentar