Teknopolis

Bercuit di Twitter Kini Lebih Panjang

Rabu, 27 September 2017 20:15 WIB Penulis: Anastasia Arvirianty

Ist

BAGI masyarakat pengguna sosial media, Twitter tentunya sudah tidak asing lagi. Masyarakat bebas bercuit apa saja, asalkan tidak lebih dari 140 karakter.

Adanya batasan tersebut terkadang membuat beberapa orang yang senang bercuit panjang mau tidak mau memotong-motong cuitannya menjadi beberapa bagian cuitan bersambung.

Namun, kini masyarakat nampaknya tidak perlu lagi melakukan hal tersebut. Pasalnya, Twitter tengah melakukan uji coba agar batas untuk cuitan tersebut menjadi da kali lipat. Dari 140 karakter menjadi 280 karakter. Ini merupakan usaha terbaru mereka untuk meningkatkan pertumbuhan yang lesu di jaringan sosial.

Twitter, yang menjadi perusahaan publik pada 2013, belum pernah membukukan keuntungan, meski telah membangun basis selebritas, jurnalis dan tokoh politik yang loyal, termasuk pengguna twitter produktif, Presiden AS Donald Trump.

Pada kuartal terakhir, Twitter melaporkan basis pengguna aktif bulanannya tidak berubah di 328 juta dibandingkan dengan tiga bulan pertama tahun ini dan naik hanya 5% dari tahun sebelumnya.

Pertumbuhannya telah gagal mengimbangi pemimpin jejaring sosial Facebook, yang memiliki sekitar dua miliar pengguna, dan Instagram, yang merupakan anak usaha Facebook, dengan 800 juta pengguna.

Sosial media yang berbasis di San Francisco itu mengatakan, batas baru, sebuah pergeseran besar untuk platform messaging yang dikenal dengan tweet 140 karakternya, bertujuan untuk mengatasi "penyebab utama frustrasi" bagi banyak pengguna.

Kepala Eksekutif Twitter Jack Dorsey menyampaikan, "Ini adalah perubahan kecil, tapi langkah besar bagi kami," tulisnya dalam cuitan uji coba perdana 280 karakter tersebut.

Tentunya, pengumuman ini menuai reaksi yang beragam, ada yang setuju dan ada yang tidak. Ada yang menyebutkan penambahan batas karakter akan menghilangkan ciri khas Twitter, namun ada yang senang akhirnya tidak perlu merasa jengkel apabila tidak dapat mengemukakan seluruh pendapatnya dalam satu kali cuitan.

Menanggapi hal tersebut, Dorsey berkata, "Kami nmengerti karena banyak dari kalian telah melakukan tweet selama bertahun-tahun, mungkin ada keterikatan emosional dengan 140 karakter, tapi kami mencoba ini, melihat kekuatan dari apa yang akan dilakukannya, dan jatuh cinta dengan hal baru."

Kendati demikian, Twitter berencana untuk tidak memberlakukan perubahan tersebut di Jepang, Korea, dan Tiongkok, dengan alasan warga negaranya lebih senang bercuit menggunakan aksara mereka, yang tidak menghabiskan terlalu banyak karakter. (AFP/X-12)

Komentar