Otomotif

Jurus Sakti nan Murah Kalahkan Pencuri Spion Mobil

Kamis, 28 September 2017 00:31 WIB Penulis: (Cdx/S-4)

Antara

SPION mobil seharga Rp14 juta sangat menggiurkan bagi geng pencuri. Wajar saja para pemilik mobil Toyota Harrier, Alphard, hingga Innova sering kali merasa was-was kala lalu lintas macet atau berhenti di lampu merah. Yang paling mengesalkan, aksi kejahatan itu dilakukan saat siang hari. Lokasi langganan aksi pencurian spion mobil berada di kawasan gedung MPR Senayan, perempatan lampu merah Harmoni, Jalan Dr Latumenten Grogol, dan kawasan Slipi, Tomang. Bahkan, beberapa kasus sudah merambah ke wilayah permukiman, terutama dengan sisi jalan yang terdapat banyak kendaraan parkir.

Jangan khawatir. Punggawa bengkel Provis Bintaro, Jasin Stefanus, punya sejumlah jurus menangkis kriminalitas itu. Salah satunya dengan menggrafir nomor polisi pada permukaan cermin sehingga para pelaku menjadi enggan karena akan sulit menjual spion kepada penadah. Ada juga yang menggrafir nomor polisi pada batok (rumah) kaca spion. "Akan tetapi jadi merepotkan saat kendaraan hendak dijual, terutama ketika alamat tempat tinggal calon pembeli berbeda wilayah hukum dengan penjual. Misalnya, pemilik mobil di Jakarta Selatan dan calon pembeli dari Jakarta Timur, Bekasi, atau Tangerang," papar Jasin.

Calon pembeli yang paham akan berpikir ulang untuk membeli mobil itu. Jika nomor polisi mobil berubah dan berbeda dengan yang tergrafir di kaca spion, hal ini akan memberikan kesan seolah sang pembeli merupakan penadah barang curian. Namun, Jasin membuka rahasia trik lain yang tak kalah jitu. Biayanya pun tidak semahal ongkos menggrafir kaca spion di sentra-sentra otomotif. Taktik ini pun dapat dilakukan sendiri di rumah. Yang dibutuhkan hanyalah potongan kabel listrik tidak lebih dari 30 sentimeter, selotip transparan yang cukup lebar, gunting, dan kreativitas sendiri.

Langkah pertama, kupaslah kabel listrik untuk mendapatkan serabut tembaga di dalamnya. Kemudian, ambil sehelai serabut tembaga, tempelkan pada kaca spion, dan lekatkan dengan selotip transparan. "Bentuklah serabut tembaga tadi secara acak sehingga jika diperhatikan sepintas menyerupai kaca yang pecah. Bila perlu pasang dua, sehingga pencuri mengira pecahnya cukup parah dan mengurungkan niat jahat itu. Beberapa pelanggan saya sudah mencoba dan cukup ampuh," pungkas Jasin. Selain serabut tembaga, bisa juga menggunakan benang jahit warna hitam. Selamat mencoba!

Komentar