Properti

Kondominium yang Sesuai Kriteria Profesional Muda

Selasa, 26 September 2017 10:16 WIB Penulis:

Ist

PARA profesional muda yang dikenal dinamis ternyata memiliki selera tersendiri dalam memilih hunian impian. Meski menempatkan pertimbangan jarak dan keterjangkauan harga sebagai hal utama, mereka juga ternyata menuntut kenyamanan dan keamanan sesuai gaya hidup modern. Karena dengan hunian yang nyaman, mereka bisa bekerja dan meningkatkan produktivitas mereka.

Seperti disampaikan Irwandi Febian, seorang profesional muda, yang bergerak di industri periklanan di Jakarta, Senin (25/9), soal jarak dan harga serta fasilitas yang ditawarkan memang paling penting. Menurutnya, banyak kaum profesional muda yang memilih kos di bilangan Sudirman atau Kuningan dengan biaya mahal Rp2 juta-Rp3 juta per bulan.

“Kalau beli apartemen atau kondominium di Jakarta itu jelas sangat mahal nggak mungkin sanggup, tapi untuk beli di Bekasi, Depok, atau Bogor misalnya, sudah jauh harga pun masih cukup mahal sehingga tetap juga sangat berat. Jarak yang terlalu jauh juga memakan energi sehingga kita juga kurang produktif. Kalau di daerah Ciledug misalnya, ya masih boleh lah karena tidak terlalu jauh dari daerah Senayan, Jakarta,” ujar Irwandi.

Menurut Irwandi, sebenarnya selain pertimbangan harga dan jarak, orang-orang seperti dirinya juga butuh hunian yang cocok dengan gaya hidupnya yang modern dan dinamis, memberi inspirasi untuk makin produktif, sangat mendukung dunia digital, senang berkumpul dengan rasa komunitas yang kuat, punya kesadaran tinggi pada kesehatan, suka praktis dan berorientasi hasil, dan suka traveling.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Real Estate Broker Indonesia (Arebi) DKI Jakarta, Lukas Bong, mengatakan, persoalan profesional yang bergaya muda ialah kemampuan keuangan mereka yang sangat ketat sehingga sulit untuk bisa membeli hunian sendiri. Sementara, di sisi lain, mereka juga punya standar tersendiri dalam meminta fasilitas-fasilitas pendukung yang mana mereka akan bisa merasa nyaman, aman, dan produktif.

“Saya senang mendengar mereka akhirnya memikirkan untuk hunian sendiri. Betul daripada menghabiskan uang jutaan untuk kos kan lebih baik punya sendiri dengan cicilan yang terjangkau sekitar Rp3 jutaan. Nun pertanyaannya apakah ada? Saya bilang ada, coba ke West Senayan yang ada di daerah Ciledug,” kata Lukas.

Ia menambahkan, kondominium ini memang dikhususkan untuk mengatasi persoalan hunian bagi profesional, dengan konsep yang kuat antara lain berbagai fasilitas yang mendukung gaya hidup modern, ada co-working space, ada fasilitas olahraha dan hiburan, bahkan sudah fully furnished. Saat ini, kondominium ini sedang dalam pembangunan yang dilakukan oleh PT PP Properti, dan akan tuntas 2019 lalu serah terima.

Jarak West Senayan dengan Alam Sutera hanya 10-15 menit. Kalau ke Senayan atau Sudirman pun sekitar 15-20 menit saja, ke Puri Indah Mall atau ke Gandaria City juga dengan waktu tempuh yang sama.

Ketika ditanya berapa bujet yang membuat generasi milenial mampu mencicil hunian sendiri, Irwandi menyebut angka sekitar Rp3 juta-Rp4 juta per bulan.

"Di angka itu mungkin kita masih bisa, Rp3 juta sampai Rp4 juta, tapi ada nggak apartemen atau kondominium yang cocok dengan harga itu tapi lokasinya nggak jauh-jauh amat dari Jakarta. Kalau ada saya dan teman-teman saya yang kos akan beli di situ,” katanya.

Seperti umumnya generasi milenial, Irwandi mengaku berusaha setiap saat untuk memberikan hasil terbaik dan berkarya di bidang yang diminatinya. Itu sebabnya, sebuah hunian harus memberikan rasa bangga dan juga mendorong kreativitas.

"Yang terbayang dalam pikiran saya adalah sebuah tempat tinggal yang nyaman dan memberikan saya inspirasi untuk makin giat berkarya atau produktif sekaligus hunian yang membuat saya bangga dan betah tinggal di dalamnya. Artinya nggak malu-maluin lah kalau ada tamu yang datang. Tapi ada nggak kondominium seperti itu?" ucap Irwandi. (RO/OL-2)

Komentar