MI Anak

Pak Djarot Penjual Es yang Jago Cerdas Cermat

Ahad, 24 September 2017 11:39 WIB Penulis:

Kalah dalam Pilihan Kepala Daerah (Pilkada) Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta April 2017 rupanya menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Pak Djarot Saiful Hidayat, Gubernur DKI Jakarta. Ia mengenangnya sebagai peristiwa yang sangat menyentuh perasaannya.

"Saat itu bapak dan Pak Basuki Cahaya Purnama atau Ahok kalah dalam pilkada, tapi begitu banyak orang yang mendukung. Saat itu mereka menangis, bahkan menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama," kata Pak Djarot kepada para Reporter Cilik (Repcil) Media Anak Media Indonesia di Balai Kota DKI Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (18/9).

Ya sobat Medi, setelah melakukan pelatihan, 50 Repcil dari DKI Jakarta kali ini berkunjung ke tempat bekerja Pak Djarot untuk mewawancarainya. Hasil wawancara ini akan dijadikan sebuah buku bertajuk Dari Daerah untuk Indonesia. Tentu sobat Medi penasaran kan apa saja yang kami tanyakan kepada Pak Djarot? Ikuti perjalanan kami ya...

Masa kecil Pak Djarot
Di kesempatan bertemu dan mewawancarai Pak Djarot di jam istirahat pada sela-sela kesibukannya, para Repcil yang berasal dari beberapa sekolah di DKI Jakarta ini mengaku bangga dan senang.

"Ternyata aslinya ramah dan enak diajak ngobrol. Saya puas dengan jawaban-jawaban beliau," kata Yenny Septi, kelas 6, SDN Duri Kepa 05. Apalagi, sebelum melakukan sesi wawancara, Repcil ini makan bersama ditemani Pak Djarot lo.

Dicecar beberapa pertanyaan, orang nomor 1 di DKI Jakarta saat ini pun bercerita tentang kehidupannya sejak kecil.

"Saat masih kecil bapak pernah berjualan es mambo di sekolahan loh, tapi bapak selalu belajar dengan rajin hingga sering ikutan lomba cerdas cermat. Bapak juga enggak pernah nyontek saat di sekolah," kata Pak Djarot.

Hayo siapa yang suka nyontek? Malu dong sama pak Djarot hihi...

Meski begitu, Pak Djarot pun mengaku bangga dengan anak-anak Indonesia di era sekarang, seperti para Repcil ini, misalnya, sejak dini sudah berminat serta berlatih untuk mahir mewawancarai dan menulis layaknya jurnalis kawakan.

Percepatan pembangunan
Sobat, tentu kalian tahu dong apa yang dilakukan pemerintah DKI Jakarta era Ahok-Djarot untuk mempercantik provinsi. Ya, percepatan pembangunan. Dalam empat tahun mendampingi pak Ahok sebagai wakil gubernur, banyak sekali infrastruktur yang dibangun seperti ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA), LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Velodrom, moda raya terpadu(MRT), perbaikan Trans-Jakarta, hingga Simpang Susun Semanggi. Mengapa ya pemerintah melakukan itu?

Ya benar, mengurangi kemacetan. Tentu Sobat Medi pun selalu merasa resah ketika di perjalanan mengalami kemacetan. Pak Djarot pun merasa demikian loh. "Ini salah satu cara mengatasi kemacetan. Dengan pembangunan untuk transportasi umum ini, diharapkan orang-orang akan beralih menaiki transportasi yang tersedia," ungkap Pak Djarot.

Pak Djarot pun mengungkapkan jumlah kendaraan roda empat di Jakarta mencapai 4 juta dan sepeda motor diperkirakan ada 15 juta. Banyak kan sobat? Padahal penduduk Jakarta hanya 10, 1 juta orang lo. Ya, banyak kendaraan daripada orangnya kan sobat? Hal itu menandakan setiap rumah memiliki lebih dari satu kendaraan.

Jadi gubernur itu tidak sulit
Ditanyai mengenai pekerjaannya menjadi gubernur oleh Fayza Nursyakina, Pak Djarot menjawabnya dengan yakin menjadi gubernur itu tidak sulit baginya. "Selama kita belajar pasti pekerjaan apa pun tidak akan sulit. Bapak malah senang karena bisa membantu dan menyenangkan banyak orang," kata Pak Djarot.

Bapak senang apabila lihat orang lain senang, bapak bahagia bila melihat orang lain juga bahagia, bapak sedih bila melihat orang menderita. Itu juga yang diungkapkan Pak Djarot yang bermimpi menjadi pemimpin yang ramah dan dekat dengan rakyatnya.

Kunci sukses ala Pak Djarot
Bercerita mengenai pengalamannya memimpin Jakarta, Pak Djarot rupanya punya rahasia untuk dapat menyelesaikan semua target yang diembannya. Ia pun membagikannya kepada para Repcil.

"Semua itu perlu kerja keras, jujur dan berani. Kita tak perlu takut kalau kita benar," kata Pak Djarot. Hal penting itu pun menjadi pesan tersendiri bagi Repcil untuk mencapai cita-cita. "Kunci sukses yang diberikan Pak Djarot jadi motivasi banget bagi kami. Aku akan belajar dengan keras untuk menjadi seorang penulis," kata Auryna, SD Islam Attaqwa. (Suryani Wandari/M-1)

Komentar