Gaya Urban

Berkebun Supermini

Ahad, 24 September 2017 00:46 WIB Penulis: Fario Untung Tanu

DOK. TERRAFLORA

DENGAN hati-hati wadah bertutup berbahan kaca itu diisi dengan lapisan tanah dan kerikil. Setelahnya, berbagai jenis tanaman hemat air atau kerap disebut juga tanaman ‘gurun’ dimasukkan dan ditata artistik.

Belum cukup semarak, ke dalam ‘stoples’ futuristis itu masih ditambah lagi bintang laut, boneka lain, hingga batu beraneka warna sebagai hiasan.

Maka karya yang tercipta ibarat kebun mini yang supercantik. Apalagi, pengerjaannya memang mirip orang berkebun yang menggunakan sekop walau kecil.

Itulah hobi membuat terarium yang sedang tren di kalangan urban. Kelas belajar membuat seni tanaman dalam wadah kaca bertutup itu pun banyak digelar.

Salah satu kelas yang cukup banyak peminat ialah yang mendatangkan pengajar dari Wakatu. Andrian Saputra, pendiri Wakatu, mengaku sudah menekuni terarium sejak 2015.

“Awalnya memang cuma iseng-iseng karena kebetulan saya lulusan arsitek. Selain itu, saya suka berkebun. Namun, karena tidak memiliki lahannya, jadilah tercetus ide ini,” tutur Andrian kepada Media Indonesia, Selasa (19/9).

Tidak hanya itu, terarium juga tidak memerlukan perawatan yang rumit. Penyiraman cukup dilakukan 13 minggu sekali sementara pemberian pupuk cair cukup tiap 24 minggu.

Dengan perawatan yang sederhana tersebut, terarium umum dijadikan dekorasi ruangan. Bahkan kini juga menjadi dekorasi acara pernikahan, seperti yang terlihat di pernikahan Raisa dan Hamish Daud.

Alternatif penghijauan

Pehobi yang kemudian menjadi pegiat terarium juga ada pada sosok Irene Natasha Kosasih. Ia mendirikan usaha bernama Terraflora yang menjual terarium dan menggelar kelas belajar.

Di tangannya, terarium cantik menjadi bentuk baru untuk kado ulang tahun. Terarium yang ia buat beragam gaya dari yang semarak hingga yang simpel dengan satu jenis tanaman.

Irene menilai hobi terarium memang cocok di perkotaan karena sebagai alternatif penghijauan.

“Daerah perkotaan merupakan daerah yang identik dengan minimnya penghijauan. Jadi masyarakat berusaha mencari-cari tempat untuk dapat menikmati pemandangan hijau yang jarang ditemui,” tutur Irene.

Meski bertanam dengan pot kecil sudah lama dikenal, terarium dinilai tetap memiliki keunikan, terutama karena bentuk wadah kacanya yang cantik.

“Banyak juga pecinta tanaman yang tertarik dengan tren terarium ini karena sudah bosan dengan penanaman di pot biasa. Terarium sendiri memberikan beberapa pilihan pot yang unik sehingga menarik perhatian banyak kalangan, dari yang muda sampai yang tua,” sambung Irene.
Hal itu pula yang diakui Kezia Melinda. Perempuan berusia 21 tahun ini merupakan peserta kelas belajar Terraflora.

“Kalau saya bilang kegiatan ini juga lebih menarik karena jenis tanaman yang digunakan bisa lebih tahan lama juga ketimbang bunga biasa,” ujarnya.

Tidak hanya itu, Kezia mengaku tertarik karena memang belum cukup familier dengan jenis-jenis tanaman succulent atau tanaman yang menyimpan air di batang. Dari dua kali mengikuti workshop, ia pun mengaku sudah cukup percaya diri membuat terarium.

Andrian menambahkan terarium juga dapat menjadi hobi yang menghilangkan stres. Untuk tanamannya, ia percaya itu dapat mengurangi radiasi yang dikeluarkan gadget. (M-3)

Komentar