MI Muda

Dari Kontes Lanjut ke Bisnis

Ahad, 24 September 2017 00:16 WIB Penulis: Dwi Safitri/M-1

DOK PRIBADI

Foto-foto untuk medsos kini jadi prioritas anak-anak muda untuk eksis. Maka, untuk foto-foto terbaik di Instagram atau Facebook, serta hasil semaksimal mungkin, menyewa jasa fotografer profesional jadi kebutuhan, pun tentunya di acara-acara istimewa, mulai wisuda, pra nikah hingga resepsi.
Tren itu tak hanya terjadi di Ibu Kota, di Jambi pun serupa. Maka, Dwi Rahayu Widhiastusi alias Ayuwidhi, mahasiswa Universitas Jambi Fakultas Ilmu Budaya Program Studi Sastra Indonesia, kini eksis jadi make-up artist (MUA).
Yuk simak obrolan Muda soal bisnis Ayuwidhi!

Ceritakan dong tentang hobi make-up yang bisa berubah jadi bisnis?
Awalnya saya sering mengikuti seminar dari para MUA. Saat itulah saya mulai berpikir cara agar hobi ini juga bisa menghasilkan uang.
Awalnya saya hanya memiliki perlengkapan make-up seadanya sehingga awalnya, saya hanya make-up untuk model pemotretan. Kemudian, hasil dari merias itu, saya kumpulkan untuk melengkapi peralatan.

Apa sih yang memotivasi kamu?
Saat saya berhasil memenangkan kontes make-up pengantin, saya tergerak memperdalam ilmu dan mulai menjadikannya bisnis. Saya yakin, dengan kemampuan ini, saya bisa menjalankan bisnis dengan baik.

Apa saja tantangan yang dihadapi saat menjalani bisnis jasa make-up ini?
Pertama, kendala membagi waktu antara kuliah dan bisnis. Walaupun jadwal saya padat dan banyak menerima order, saya tidak pernah sedikit pun mengabaikan kuliah karena tujuan saya saat ini adalah kuliah, perlu diutamakan. Intinya, harus pandai-pandai memutar waktu.
Kendala kedua, tidak cukup banyak mempunyai waktu istirahat. Waktu saya tersita untuk kuliah dan bisnis. Walau demikian, tidak menyurutkan semangat, karena memang itu hobi dari dulu.

Apakah orangtua mendukung?
Orangtua melihat perkembangan bisnis ini bangga, karena sambil kuliah bisa mendapatkan uang dari jerih payah sendiri. Make-up memang sudah menjadi fesyen dari diri saya.

Sejak kapan memulai bisnis ini?
Sekitar setahun lalu saya membuka studio make-up sendiri, selain sebagai pengajar privat. Bagi siapa saja yang mau belajar, saya siap berbagi ilmu. Yang pasti jika punya bisnis, tekunilah dengan niat sungguh-sungguh karena itu kunci berhasilnya.

Apa saja sih kiat biar dapat order banyak?
Saya mempromosikan jasa melalui media sosial pribadi, lewat Instagram, Whatshapp, Facebook, juga Instagram khusus jasa make-up. Setiap hasil pekerjaan saya, langsung di-posting di Instagram @makeupbyawidhi.
Dengan begitu, siapa saja boleh melihat dan order. Kemudian saya mempromosikan dari teman ke teman, mulut ke mulut. Hingga saat ini, alhamdulillah bisa menerima pesanan jasa make-up, mulai untuk wisuda, pengantin, prewedding, dan lainnya.

Yang membedakan karakter make-up kamu dengan MUA yang lain?
Make-up aku lebih ekplor daerah mata, biasanya yang lain kan lebih menggunakan warna gelap, kalau aku lebih ke warna cerah, misalnya pink atau oranye. Lebih memainkan warna pink untuk warna eye shadow, hampir sama dengan karakter make-up yang populer di Malaysia.

Ceritakan dong soal kegiatan kamu mengajar privat?
Sebenernya tergantung muridnya, kalau memang sudah punya bakat ber-make-up, maka sekali belajar langsung bisa. Namun sebaliknya jika yang tidak punya bakat, maka saya harus lebih sabar mengajarinya. Hingga saat ini, baru sekitar 15 orang murid privat.

Kamu sudah punya karyawan?
Saya tidak mungkin bisa menjalankan bisnis ini sendirian, jika banyak order, saya dan asisten yang bekerja. Sebenernya sih lebih ke partner kerja.

Klien kamu siapa saja?
Aku melayani make-up wisuda, prewedding, dan pengantin. Tetapi order paling banyak itu, make-up wisuda sama prewedding.

Berapa tarif yang kamu pasang dan pendapatan yang dihasilkan?
Pendapatan tidak menentu, tergantung dari seberapa banyak order. Harga sekali make-up, kategori wisuda Rp200 ribu. Jika sehari ada 10 orang yang order, maka pendapatan sekitar Rp2.000.000.
Untuk yang make-up prewed Rp350 ribu sampai Rp400 ribu.

Sebagian MUA menghasilkan wajah yang bikin pangling, kamu sendiri?
Make-up saya tidak menghilangkan karakter wajah aslinya. Saya berusaha me-make up secantik mungkin, untuk mendapatkan hasil maksimal, sesuai request atau permintaan pelanggan.
Seperti yang sudah saya bilang, saya mencari make-up yang berbeda, lebih ke full glowing yang sederhana, tidak terlalu menor, natural. Lebih memainkan mata dan warna bibir.

Agenda ke depan dalam bisnis make-up?
Insya Allah ke depannya, setelah selesai kuliah, saya akan membuka bisnis yang lebih besar lagi.

Saran buat anak-anak muda yang juga ingin merintis jalan di dunia MUA?
Terus kembangkan prestasi, berusaha dan selalu percaya diri, yang paling penting itu usaha, jika kita berusaha pasti kita bisa. (M-1)

Komentar