Foto

Surganya Anjing Telantar

Ahad, 24 September 2017 00:01 WIB Penulis: TB/M-3

MI/M TAUFAN SP BUSTAN

BEGITU pintu gerbang dibuka, belasan ekor anjing langsung menghambur ke arah kami. Rasa kaget menyergap tetapi tidak juga kami menjadi takut.
Sebab, anjing-anjing itu tidak ubahnya seperti anak-anak yang kegirangan menyambut tamu. Mereka pun bertingkah manja dengan mengelus-eluskan kepala dan ekor.

Pengalaman baru bagi saya ini rupanya yang sudah biasa terjadi di Pejaten Shelter, sebuah organisasi nirlaba yang bergerak di bidang penyelamatan hewan telantar. Meski tidak berpalang nama, rumah penampungan yang berada di Jalan Pejaten Barat No 45W, Pasar Minggu, cukup dikenal.

Hingga saat ini, tercatat 800 ekor anjing pelbagai jenis dan ukuran dirawat di lahan kurang lebih 5.000 meter persegi itu, selain anjing terdapat pula beberapa hewan lain dirawat di sana.

Meski ada dari hewan-hewan itu yang sengaja dititipkan pemiliknya, lebih banyak yang memiliki kisah tragis. Mereka merupakan hewan yang diselamatkan dari jalanan atau ditelantarkan tuannya karena sakit atau cacat.

Aksi penyelamatan Pejaten Shelter sendiri dimulai pada 2009 oleh Susana Somali dan suaminya. Berprofesi sebagai dokter spesialis patologi klinik, Susana mengaku sebagai seorang pecinta hewan semenjak ia kecil.

Tidak hanya diberi makan teratur dan ditempatkan di kandang-kandang yang terawat, anjing yang mereka selamatkan juga diberi vitamin dan vaksin. Ada pula klinik untuk merawat hewan yang sakit.

Susana dan suami pun rela merogok kocek sendiri untuk seluruh perawatan tersebut. Beruntung seiring dengan ­semakin dikenalnya aktivitas sosial mereka, donatur berdatangan membantu biaya perawatan yang berkisar Rp250 ribu/bulan/ekor.

Meski tidak mewah, rumah penampungan itu pun memberikan sejumput surga yang lama tidak dirasakan hewan-hewan terlantar tersebut.
Maka rumah penampungan itu pun ibarat surga bagi hewan.

Pejaten Shelter juga terbuka bagi orang-orang yang ingin mengadopsi. Namun, adopsi tidak begitu saja diluluskan, tetapi hingga melalui survei ke rumah calon pengadopsi. Semua dilakukan demi keselamatan hidup hewan-hewan tersebut.

Lewat kegiatannya, Susana sekaligus memberi penyadartahuan pada masyarakat. Kesanggupan membeli hewan haruslah dibarengi dengan kemauan merawat dan memelihara dengan baik. (TB/M-3)

Komentar