Film

Potret Keserakahan Manusia

Sabtu, 23 September 2017 23:01 WIB Penulis: Eno/M-4

DOK. FILM GERBANG NERAKA

SUTRADARA Rizal Mantovani yang melejit seusai film Kuldesak kembali menyutradarai film horor berjudul Gerbang Neraka (Firegate). Gerbang Neraka bukan hanya film horor tulen, melainkan juga petualangan, fiksi sains, dan fantasi.

Film ini mengisahkan Tomo Gunadi (Reza Rahadian), wartawan tabloid misteri, yang tidak percaya apa pun yang berbau klenik, Arni Kumalasari (Julie Estelle), arkeolog dengan kecintaan akan sains, dan Guntur Samudra (Dwi Sasono), ahli spiritual dengan dandanan yang nyentrik. Dengan latar belakang berbeda, mereka harus berkolaborasi menyelesaikan suatu masalah.

Film berawal dari penemuan situs Piramida Gunung Padang yang akses ekskavasinya dikhususkan bagi arkeolog lokal. Kabar itu menarik perhatian Tomo yang juga tertarik soal nilai proyeknya. Sedangkan Guntur datang karena tertarik dengan misteri di dalamnya. Tidak dinyana Arni menjadi pemimpin ekskavasi menggantikan Theo Wirawan (Ray Sahetapy), profesor arkeolog yang meninggal secara misterius saat memulai proyek itu. Sebagai ilmuwan, Arni menolak hal-hal yang mistis. Baginya segala sesuatu bisa diterangkan secara logis walaupun akhirnya justru perbedaan mereka itulah yang akhirnya mempersatukan dan menggenapkan perjalanan mereka.

Dalam film ini, banyak efek computer-generated imagery (CGI) yang ditawarkan kepada penonton. Meski belum terlihat sempurna, penonton masih secara lugas bisa membedakan mana gambar asli dan hasil CGI. Sayangnya, efek CGI semakin aneh di bagian akhir, yaitu saat Tomo dan Arni berjuang menutup penjara kuno agar kekuatan jahat tidak menguasai dunia. Akting mereka berdua bahkan terlihat kaku dan kurang alami.

Meski jalan ceritanya mudah dipahami, Rizal kehilangan kendali detail. Tokoh Tomo, misalnya, sebagai wartawan majalah dengan bahasan mistis, terlihat terlalu metroseksual. Kehadiran Lukman Sardi sebagai iblis, di luar ekspektasi.

Hal lain, Rizal yang mengangkat isu terkait gold, glory, dan gospel yang sengaja disuguhkan merupakan keputusan yang baik karena selama ada keserakahan, tiga hal ini tetap kekinian sepanjang zaman. (Eno/M-4)

Komentar