Katalog Belanja

Hati-Hati Kena PHP

Jum'at, 22 September 2017 07:50 WIB Penulis:

Pipit Ayi Fatihah, 28, telah melakoni bisnis jastip furnitur sejak 2015. Ia kini lebih berhati-hati melakukan komitmen transaksi karena sudah beberapa kali apes bertemu pemberi harapan palsu (PHP) alias calon pembeli yang belakangan batal pesan atau batal transfer kendati barang pesanan sudah ditalangi Pipit.

“Biar enggak banyak yang seperti itu, beberapa kali saya share data atau post chat mereka dengan alamat mereka, lama-lama takut disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab juga. Akhirnya ya saya biarkan sajalah, mungkin belum rezeki, meskipun kesal juga,” kisahnya saat dihubungi Media Indonesia, kemarin.

Meski begitu, hingga kini Pipit mengaku jarang memaksakan pembeli untuk menyetor uang muka. Down payment biasanya hanya untuk pelanggan tetap serta calon pembeli dengan pemesanan barang yang belum diyakini benar-benar tersedia agar kelak tidak mengecewakan. “Tapi kalau untuk (konsumen) yang baru-baru, diutamakan yang sudah lunas,” tuturnya.

Lain cerita dengan Jihan Ahmad, 30. Pelaku bisnis jastip sejak Desember silam itu mengaku tidak meminta uang muka atau pelunasan lebih dulu kepada si calon konsumen.

“Biasanya jastip lain transfer lunas dulu baru barang dibeli. Aku malas refund, jadi mending aku beliin dulu barangnya, nanti kalau pasti sudah ada, baru dia transfer lalu kita kirim barang,” terangnya.

Jihan mengutip tarif jastip rata-rata 10% dari harga produk. Tarif itu di luar ongkos kirim barang yang harus ditanggung pembeli. Kisaran biaya tersebut, menurutnya, relatif normal karena disesuaikan juga dengan jenis dan tingkat kesulitan pemaketan (packaging) produk.

Acting Sales Team Leader IKEA Aditya Prabowo menilai kehadiran para pelaku jastip sedikit banyak menguntungkan pihaknya. Bagaimanapun mereka merupakan pelanggan meski berbelanja sembari menawarkan jastip kepada pembeli lainnya.

“Para jastip ini memang salah satu dari pelanggan setia kami. Kami menerima dengan pintu terbuka lebar bagi siapa saja yang datang ke IKEA,” ungkapnya.

Saat ini, selain datang langsung ke gerai IKEA, konsumen juga bisa menyambangi IKEA Online Point dan beberapa area Distribution Point IKEA, yang seluruhnya ada di area Jabodetabek. Opsi lain, ujar Aditya, ialah berbelanja via situs resmi IKEA yang juga memberi garansi sehingga pembeli tidak perlu khawatir atas risiko kerusakan barang saat pengiriman. (Mut/S-2)

Komentar