Ekonomi

Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Rp1.500

Kamis, 21 September 2017 11:53 WIB Penulis: Erandhi Hutomo Saputra

ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

SESUAI janji, Bank Indonesia akhirnya mengeluarkan peraturan mengenai biaya isi ulang (top up) uang elektronik. Biaya untuk isi ulang uang elektronik of us (pengisian ulang melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu yang berbeda/mitra) dikenakan maksimal sebesar Rp1.500. Penetapan itu agar biaya isi ulang tidak berbeda-beda seperti saat ini dari Rp2.000-3.000

Penetapan biaya top up tersebut tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur No.19/10/PADG/2017 tanggal 20 September 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional/National Payment Gateway (PADG GPN). PADG GPN sendiri merupakan aturan pelaksanaan dari Peraturan Bank Indonesia No.19/8/PBI/2017 tentang GPN.

"Penetapan batas maksimum biaya top up off us uang elektronik sebesar Rp1.500 dimaksudkan untuk menata struktur harga yang saat ini bervariasi," ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman dalam keterangan resminya, kemarin.

Adapun biaya isi ulang on us (pengisian ulang melalui kanal pembayaran milik penerbit kartu) mulai gratis hingga Rp750. Pengenaan biaya hingga Rp750 tersebut hanya untuk isi ulang dengan nominal di atas Rp200.000, sedangkan untuk isi ulang di bawah nominal tersebut tidak dikenakan biaya.

"Kebijakan skema harga ini mulai berlaku efektif 1 (satu) bulan setelah PADG GPN diterbitkan, kecuali untuk biaya Top Up On Us yang akan diberlakukan setelah penyempurnaan ketentuan uang elektronik ," tukasnya.

Agusman mengatakan penetapan biaya batas atas untuk iso ulang tersebut untuk memastikan perlindungan terhadap konsumen dan pemenuhan terhadap prinsip-prinsip kompetisi yang sehat, perluasan akseptasi, efisiensi, layanan, dan inovasi.

"Dengan rata-rata nilai top up dari 96% pengguna uang elektronik di Indonesia yang tidak lebih dari Rp200 ribu, kebijakan skema harga top up diharapkan tidak akan memberatkan masyarakat," pungkas Agusman. (OL-3)

Komentar