Olahraga

Buat Kejutan di AIMAG, Acchedya Raih Perunggu

Rabu, 20 September 2017 17:42 WIB Penulis:

Ist

LIFTER Indonesia Acchedya Jagaddhita benar-benar menjadi 'kuda hitam' di Asian Indoor Martial Art Games (AIMAG) 2017. Apalagi, dia berhadapan dengan Luo Xiaomin (China) yang menempati peringkat 11 PON China dengan total angkatan terbaik 219 kg, Nabieva (Uzbekistan) yang memiliki total angkatan 212 kg, dan Kassova (Kazakhstan) dengan penampilan terbaik 196 kg.

Meski tidak diunggulkan, anak lifter peraih perak Asian Games Hiroshima 1994, Supeni, itu sukses meraih medali perunggu dengan total angkatan 204 kg (snatch 91kg dan clean and jerk 113 kg) saat tampil di kelas 58 kg putri yang digelar di Weightlifting Arena Ashgabat, Turkmenistan, Rabu (20/9).

Total angkatan yang diraih Acchedya di AIMAG tersebut lebih 2 kg dari total angkatannaya saat menempati posisi peringkat keempat pada Universiade di Taipei, Agustus 2017 lalu. Dia mencatat total angkatan 202 kg (snatch 90kg dan clean and jerk 112 kg).

"Acchedya jadi 'kuda hitam' dengan merebut perunggu. Kini, semangat dan motivasi ibunya, Supeni sudah menulari Acchedya," kata Direktur Program Kepelatihan Performa Tinggi Lomba 1 Satlak Prima, Hadi Wihardja, seusai lomba.

Sejak awal Hadi memang menyebut Acchedya sebagai 'kuda hitam' berdasarkan perkembangan prestasinya yang cukup tajam. Saat latihan, kata Hadi, Acchedya memiliki performa terbaik untuk angkatan snatch 94 kg dan clean and jerk 115 kg.

"Sejak awal, saya sudah menjagokan Acchedya bakal menjadi salah satu lifter yang berpeluang meraih medali di AIMAG. Dan, prediksi saya benar-benar terbukti," jelasnya.

Medali emas kelas 58 kg putri ini diraih lifter China, Xiao Min Luo, dengan total angkatan 222bkg (snatch 100 kg dan clean and jerk 122 kg) dan perak direbut Muattar Nabieva (Uzbekistan) dengan total angkatan 212 kg (snatch 94 kg dan clean and jerk 118 kg). (RO/OL-2)

Komentar